Teruntuk bunga mawar yang terkembang
Yang menatap jauh pucuk – pucuk kehidupan
Dimana kau letakkan wangimu yang menawan?
Apakah aku, ataukah mereka yang kau inginkan?
Teruntuk kekasih yang bersembunyi di balik keagunan
Pada siapakah kan kau berikan, bunga mawar yang kau pegang?
Pada lebah, ataukah aku yang bertaruh dengan harapan?
Teruntuk sahabat, yang tak lagi dekat
Sahabat, pada malam yang gelap aku kan bertanya
Pada siapakah nanti hidupku kan terkait?
Sahabat, pada malam yang gelap kau pun berkata
Pada sebuah harapan yang terikat erat di nafasmu!
Bunga mawar, kekasih, dan kau sahabatku
Ada sebuah cerita yang ingin ku uraikan teruntukmu
Tentang cinta dan kehidupan, serta pengorbanan yang diberikan
Tertuju untukmu kekasihku, cerita tentang cinta yang kau puja
Aku, adalah bintang yang dulu kau pandang
Yang terlihat indah saat malammu datang
Mereka dan semua yang menatapku tak mengerti, dan yakinlah
Aku tak seindah yang kalian bayangkan tentang aku
Hanya sinar yang terang yang kau pandang, saat redupku
Tak satu pun yang memandang dengan air mata, kemana aku menghilang?
Tertuju untukmu bunga mawarku, cerita tentang kehidupan yang kau jalani
Aku, mengalir tak memandang batas, dan juga kewajaran
Aku merasuk pada siapa pun yang berhak,
Di manakah ku letakkan sayapku yang patah ?
Di ujung ranting cemara ataukah pada dahan takdir yang rapuh ?
Tidak, aku tak ingin sayapku ada di keduanya
Tidak pula sayapku hinggap di pucuk – pucuk rasa
Saat malam bulanku berkata :
“ Air mata tak berkata, hanya pedihkan jiwa yang ternoda “
Dan aku tahu, mawarku tak pernah mekar untukku
Tertuju untukmu sahabatku, cerita tentang manusia yang berhak
Dapatkan cinta dari puing-puing getar rasa
Yang mengalun lembut dan hinggap di atap harapan,
Tersenyumlah sahabat, ia kan terlahir untukmu suatu nanti
Meski kini, kau menari sendiri dalam sunyi.

Komentar Terbaru Pembebas Penat