Bunga di ujung musim

Seperti bunga di ujung musim, terdiam dan tertunduk menunggu redupnya

Seperti badai di tengah lautan, bernyanyi dan hempaskan karang

Seperti itulah aku, yang terhimpit pada keruhnya kenyataan

Mencoba tuk berlari bertumpu pada kaki yang terbenam,

Berpijak langkah yang gontai, seperti ilalang tertiup angin

Membuka mata hati yang mati, hanya ada engkau dan kenangan

Hanya terpejam terurai buih yang gantikan embun ratapan

Mencoba berpijar pada gelapnya jiwa dan temukan kedewasaan

Tetap saja aku di sini, terbentur kerasnya ego rintihan hati

Inilah aku, seperti yang mereka tahu, sebagai bunga pergantian musim

Yang layu menunggu datangnya musim gugur..

Leave a Reply