Akhirnya..

29 07 2008

Jakarta, 13:35..

Seharusnya aku bahagia..karena doa itu terjawab sudah..

Kebahagiaan yang aku harapkan hadir menyapa jiwa kita..

kini, telah singgah kepadamu..

siang ini, aku merasa mati sejenak..perasaaan yang sungguh hebat..

Jantungku berhenti berdetak..mataku tertutup awan gelap..

tak lebih dari 5 detik yang lalu..kau katakan padaku..

kau telah menemukan dan hadirkan cahaya itu..

Duniaku berhenti berputar..

Kenapa?? Siapa??

Kenapa harus hadir cahaya itu??

Kenapa juga aku harus mati sesaat??

Kenapa aku harus cemburu??

Siapa aku??

Aku..aku..masih mencintaimu..

Aku ingin kau hanya untukku..

Hanya milikku..

nb. Hati tak bisa di ingkari..

Sedalam apapun kau kubur..cinta itu..

Teman, berjuanglah untuk cintamu..





Dawai cinta Khaylila..

28 07 2008

Malaikat telah mengambil bintangku,

Menjadikannya redup tak bercahaya..

Alam telah memindahkan kebunku,

Menjadikannya tandus dan kering..

Dan kekasihku, telah mengambil jiwaku,

Ikut bersamanya ke titian jalan seberang sana..

Tuhanku, semua telah ku adukan kepadaMu..

dan Kau janjikan padaku, kebahagiaan taman surgaMu..

Tapi, kenapa kau biarkan mereka mengambil bahagiaku di dunia?

Aku mencintai malam, karena ia begitu tenang..

Aku mencintai hujan karena ia begitu menyejukkan..

Dan aku mencintai lelakiku yang membuatku tenang dan menyejukkan..

Tetapi..

Malamku tertutup kelambu, begitu pekat terkurung terkotak jasad..

Aku tersesat dalam ketakpastianku menunggu pagi..

Aku tenggelam dalam mimpiku..kepada cintaku..

Kekasihku, lelakiku, pangeran surgaku..

Tolong jemput aku disini..bawa aku bersamamu..

Dalam peperanganmu di kegetiran yang fana..

Jiwaku tak lagi menyatu, ia pergi mencarimu cintaku..

jiwaku pergi tinggalkan aku, jiwaku telah memilihmu..

Kekasihku, datanglah sebelum purnama berakhir..

Bawakan aku anggur dan wewangian tubuhmu yang memabukkan..

Sebelum aku melebur dalam kematianku..

nb. Jerit hati cinta yang tertinggal

Tak terungkap lisan hanya kiasan kata..





Kepingan yang tertinggal..

17 07 2008

Tunggu sejenak..usah terburu mengejarku..

bukankah telah ku berikan seprauh jiwaku untukmu?

Apakah itu tak cukup tuk membuatmu yakin?

Separuhnya lagi pasti ku berikan saat ku pulang..

aku hanya minta satu hal sederhana darimu..

tolong jaga sekeping cintaku dengan baik..

serpihan rasa yang telah hancur karenamu..

meski ia tak utuh..meski ia tak sempurna..

keyakinan yang ku berikan padamu adalah harapan yang besar dariku..

jaga baik-baik kepingan itu..

usah kau berlari..usah pula kau mencari..

yakinlah..disini akupun menjaga kepingan itu..

aku masih menyimpan sisa cinta yang dulu hancur karenamu..

aku hanya minta waktu dalam kesendirianku..

aku tahu kau masih mencintaiku..kau sangat mencintaiku..

dan mungkin aku pun seperti itu..

tapi biarkan aku nikmati kesendirianku dulu..

dengan kepingan yang tersisa dari kisah kita..

dari masa laluku..

nb. Berikan waktu tuk menata hati..

cinta tak kan pernah lari..





Mimpi itu..

14 07 2008

Pagi ini aku terbangun dengan bayang mimpi yang nyata..

masih kurasa lembut kulitmu, harum tubuhmu, dan senyum itu..

Aku memimpikanmu..begitu nyata kau hadir disitu..

menggenggam erat tanganku..memelukku..dan menatapku manja..

“Aku datang dan tak kan lagi pergi..”

Masih jelas kata yang kau ucapkan..

Kata yang sama yang kau janjikan padaku empat tahun yang lalu..

dan hari ini, mimpi itu telah ingatkan aku lagi..

empat tahun sudah kita tak bertemu..

empat tahun sudah aku menunggumu kembali disini..

empat tahun sudah ku jaga cinta ini..

Hari ini, seharusnya kau pulang dari Belgia..

Benarkah kau kan pulang? Benarkah janji yang dulu kita dekap?

Kekasihku, hari ini seharusnya penantian itu berakhir..

Kau dan aku..bersama lagi..

Aku tak sabar menjemputmu..

Tak sabar menatapmu..dan mengatakannya..

Aku sayang kamu..

nb. Penantian yang tulus..

Kan terbalas kebahagiaan sesungguhnya..