Beri aku alasan..

30 09 2008

Beri aku alasan untuk memaafkanmu..
Dan mereka yang merenggutmu dariku..
Bukan karena aku manusia atau makhluk pemaaf..
Beri aku keyakinan semua akan berakhir disini..
Karena aku terlalu muak dengan rasa ini..
Masih terasa dan tergambar begitu jelas dihatiku..
Mereka yang dengan hebatnya membuatku harus akui kekalahan..
Mereka yang dengan mudahnya menutup jalanku..
Mereka yang dengan kuasanya memenjarakanku..
Dengan segala alasan dan kebaikan yang tak henti..
Dan kau yang selalu mencoba meyakinkanku..
Bahwa kita akan melewatinya..dan memenangkannya..
Bukankah pada akhirnya hanya aku yang menang dalam pertempuran ini?
Bukankah kau pun meninggalkanku sendiri?
Mungkin semua berpikir aku telah mati..menderita..
Mungkin juga aku telah menjadi gila..
Mungkin benar..aku telah mati karena kegilaanku..
Tapi ada satu hal yang tak kau dan mereka mengerti..
Cinta tak pernah salah..dan ia kan memberitahumu itu..
Dia dan keindahannya..
Dia dan kenangannya..
Hingga kelak..air mata itu tak kan lagi menetes..
Dan mata tertutup..tertunduk karenaku..karena cintaku!
Maaf bila aku berkata kasar..maaf bila aku berkata benar..
Hari ini kau telah sadari bahwa aku benar..
Hari ini telah kau mengerti apa yang telah terjadi..
Dan hari ini penyesalan tak lagi berarti..
Aku telah melupakan jalanku..aku telah butakan mataku..
Biarkan aku tetap seperti ini..
Biarkan mereka tetap melihatku seperti ini..
Biarkan mereka tetap menikmati kemenangan itu..
Dan kau..pulanglah dan cobalah bahagia dengannya..
Seperti yang kau katakan, dia yang paling mengerti untukmu..
Aku kan terlupa dan dilupakan..seperti biasanya..
Sekarang..pulanglah..
Usah mencariku..biarkan aku disini..
Mati dengan keyakinanku..menikmati kemenanganku..
Sendiri..

nb. Bila manusia bisa lebih bersabar..





Atas nama cinta..

30 09 2008

Sore..satu jam sebelum aku pergi..dari kotamu..
Gerimis masih manja basuhi wajahku yang lusuh
Langit masih menghitam..angin dingin sesekali menampar wajahku..
4:30..jarum jam begitu lambat bergerak..
Saat ini, hanya ada kau dan aku..dan hamparan ilalang di tepian jalan..
Saat ini, jasad kita ditelanjangi alam..terdiam membeku.
Saat ini, kta berdua kan mengambil keputusan yang teramat penting..
Atas nama cinta..
Akankah kita kan terus bersama..dan berjuang lagi?
Atukah kita kan menyerah..dan menangis lagi?
Tertinggalkan waktu..
Dulu kita begitu bahagia..hingga mereka takjub karenanya..
Tapi..kini..semua berbeda..bukan hanya kau dan aku..
Tapi dirinya..dan mereka..yang membangun batas antara kita..
Atas nama cinta..dulu kita tegakkan kepala..dan lapangkan hati..
Hingga semua merinding karenanya..bergetar hatinya..
Dan menangis dalm doanya untuk kita berdua..
Atas nama cinta pula..kini kita harus bicara..dari hati..

Kekasihku,

Akankah kau ikut bersamaku?
Akankah kau tetap disampingku?
Akankah kau tetap menjaga mimpi itu?
Akankah?
Tanya yang terlepas..begitu dingin..
Gerimis telah berhenti..sisakan nuansa sendunya..
Dan kau memelukku begitu erat..tangis itu luruh juga..
Dan aku tahu jawaban yang kan kau katakan padaku..
Aku tahu aku telah kehilanganmu..
Aku telah merasakannya..
Angin begitu kencang..terbangkan mimpi dan cintaku..
Sore itu..
Kau dan aku..mencintai untuk tak saling memiliki..
Bercumbu lewat kata..berpeluk lewat rindu..
Hanya bahasa dan tutur kata..cinta kita dewasa..
Dan perpisahan ini tak kan membunuh cinta kita..
Dia kan tetidur lelap..dibalik awan mendungNya..
Teduhkan mimpiku..mimpimu..
Di hari yang lain..

nb. Pepisahan begitu menyakitkan..
jika ia lahir dari dogma dan tata..





Inginku Katakan..

24 09 2008

Aku hanya ingin bilang “Aku sayang kamu”
Aku hanya ingin bilang “Aku cinta kamu”
Aku hanya ingin bilang “Aku merindukanmu”
Aku hanya ingin bilang “Aku butuh kamu”
Aku hanya ingin bilang “Aku ingin kamu”
Aku hanya ingin bilang “Kau begitu berarti”
Aku hanya ingin bilang “Aku tak bisa tanpamu”
Aku hanya ingin bilang “Aku ingin kau milikku”
Aku hanya ingin bilang “Kembalilah padaku”
Aku hanya ingin bilang “…”
Aku hanya ingin bilang “…”
Aku hanya ingin bilang “…”
Dan seribu lagi yang aku ingin katakan kepadamu..
Tapi..
Aku terdiam..bisu dalam sepiku..
Sekarang ini..
Kepada siapa kata itu harus ku ungkapkan?
Kepada siapa kata itu kan terkenang?
Semudah lisan mengurainya?
Semudah ucap melafalkannya?
Kataku bukanlah mantera..bukan pula penawar cinta..
Aku hanya ingin mengatakannya..
Kepadanya yang bisa mengerti..
Kepadanya..

nb. Ungkapan kata sederhana..
Kan berarti bila ia diterima orang yang mengerti..





Seperti kataku dulu..

23 09 2008

Aku pernah mengatakannya kepadamu..dulu..
Saat kita masih bersama..saat kita masih bercengkerama..
Mereka telah menjadikannya lelaki untukmu..
Meski kau sangkal itu..
Dan sekarang, lihatlah aku baik-baik dalam kenanganmu..
Apa yang terjadi kini?
Apa yang kau rasa kini?
Bukankah itu nyata dan menjadikanmu mengerti?
Lelaki yang dulu kau sangkal kini memelukmu erat..
Dan menjadikanmu ratu dalam hidupnya..seperti halnya aku..
Dan kerasnya hati tak lagi bisa kau ingkari..
Terkadang aku sendiri tak begitu menyukai perasaan ini..
Bayang yang menjadi nyata..yang menyakitiku perlahan-lahan..
Aku tak kan menghakimi..tak kan pula mencaci..
Aku hanya ingin kau tahu..apa yang ku pinta dulu..
Yang membuatku harus pergi..yang memaksaku tuk pergi..
Bukankah aku hanya ingin dipahami? Di mengerti?
Andai saja dulu kau mendengarku..
Seharusnya kau mengerti kenapa aku memilih pergi..
Aku hanya ingin semua bahagia..
Setiap dari kita hanyalah mencari arti..
Untuk diri sendiri..orang lain dan mereka yang mengerti..
Kini, semuanya kembali berjalan seperti dulu..
Kita menjadi dua manusia yang berbeda..berseberangan..
Saling mendoakan..saling melapangkan rasa yang tertinggal..
Apa yang terjadi..meyakinkan kita akan satu hal..
Cinta memilih kita..yang dia puja..
Tak bisa menyangkal..tak bisa disangkal..
Mengerti dan tak dimengerti..
Terganti dan tak terganti..
Semua adalah perjalanan..jejak yang terlewati..
Yang mungkin akan terkenang..suatu saat nanti..
Dariku..bahagiaku..

nb. Kedewasaan tak selalu membahagiakan..
Kedewasaan adalah pilihan..