Rindumu bahagiaku..

31 10 2008

Jika aku belum mengungkapkannya..bukan berarti aku tak mencintaimu..

Jika aku terlalu tak menghiraukanmu..bukan berarti aku tak peduli..

Apa yang ada dalam hati dan jiwaku tetaplah engkau kekasihku,

Apa yang aku lakukan kini hanyalah meyakinkan diriku kau kan bahagia..

Karena aku mencintaimu..

Cobalah mengerti..cobalah pahami tentang rasa ini..

Bukan aku lari dan meninggalkanmu dalam tanya..dalam penantian..

Aku pun disini selalu merindukanmu..selalu menjaga apa yang kau beri..

Bersabarlah..aku pasti kan datang dan menjemputmu..

Biarkanlah mereka menerka dan membicarakan tentang kita..

Dihatiku..hanya ada namamu..

Semoga kau pun begitu..

Akan ku dekap erat janji yang dulu ku untai di hatimu..

Akan ku basuh semua letihku dengan kerinduan kepadamu..

Dan aku tak kan lelah mengejar mimpiku untukmu..

Jikalau kau merapuh..cobalah bertahan..sekuatmu..

Jikalau kau tak mampu dengan itu..cobalah tersenyum..mengingatku..

Apapun kelak..kau kan sadari aku yang mencintaimu..

Dan kau kan tersenyum mengenangku..

Sekarang, tidurlah..pakailah selimut rindumu..senandungkan namaku..

Aku kan datang..untukmu..

Aku mencintaimu..

nb. Kerinduan adalah bumbu..cinta adalah masakan..

Setiap jiwa yang merindu..dialah jiwa yang mencintai..





Aku, kau dan cinta..

27 10 2008

Aku pernah singgah dan menetap dalam lembutnya nuansanya..

Membiarkan tubuhku larut dan tenggelam ke dasar hatinya..

Aku pun pernah guratkan namaku di dinding cintanya..

Aku jatuh cinta..

Masih jelas terukir di alur jiwaku yang terang..

Seuntai kata yang ungkapkan kekagumanku kepadanya..

Dan aku pun terbuang dari hatinya..begitu saja..

Tapi kini..

Dia meminta ijin untuk singgah dihatiku..

Dia bawakan aku sekeranjang janji dan sumpah setia..

Dia senandungkan lagu kerinduan kepada jiwaku..

Mencoba mengukir dan semaikan cinta yang terbuang..

Dan aku pun membiarkannya pergi..begitu saja..

Hatiku..

Cintaku..

Semua telah terganti dengannya yang menyempurnakanku..

Setiaku telah tertanam diladang-ladang hasratnya..

Rinduku telah terikat erat di jari-jari sumpah tulusnya..

Aku bahagia karenamu..

Yang melepasku begitu saja..

Aku bahagia karenanya..

Yang membuatku mengerti akan cinta..

Aku, kau dan cinta..tak kan penah sama..

nb. Cinta seperti permainan..seperti pertaruhan..





Kau akhiri semuanya..

24 10 2008

Langit menangis malam ini..begitu derasnya..
Wangi parfummu masih begitu terasa menusuk hidungku..
Di antara wangi darah yang membasuh jasadku..
Setaut rindu telah terbungkam..
Tinggalkan raga kecil yang tertunduk rapuh..
Malam ini seharusnya aku tersenyum..bukan meratap..bukan pula menangis..
Kau datang setelah sekian lama aku menanti dalam kesetiaan..
Kau datang hanya tuk katakan “Aku tak mencintaimu lagi..maafkan aku..” begitu saja..
Kenapa??
Apakah karena aku yang terlalu setia hingga semua ini terasa begitu menyesakkan??
Ataukah aku yang terlalu patuh pada dogma hingga hanya bisa menutup rapat perasaanku??
Bukankah ini sebuah kewajaran, seperti katamu??
Jikalau aku tak terlalu berharap..
Jikalau aku tak terlalu setia..
Mungkin aku masih bisa berdiri dan mendoakanmu..
Tapi tidak..
Aku hanya bisa mencaci..hanya bisa berteriak..menghujat namamu!
1 tahun aku menunggu..1 tahun aku menjaga hatiku..
Dan malam ini..
Aku tahu..
Semua telah berakhir..
Seperti hidupku..

nb. Cinta kadang melebihi logika..





Lilin terakhirku..

16 10 2008

Malam menjelang..suara alam mulai berbisik nyaring menggangguku..

Simphoni yang menyiksaku..nyanyian yang memekakkan telingaku..

Tirai telah ku tutup..sebatang lilin menyala redup di sela gelas yang buram..

Guratkan sebuah bayang wajah dari kain yang lusuh karena terangnya..

Dan itu lilin terakhir yang ku punya..

Seperti harapan dan asaku..yang semakin buram memudar untukmu..

Jejak janji sebelum kau pergi masih terlihat jelas di peraduan..

Esok jika kau pulang..segenggam rindu dan sepeluh harap kan menyambut..

Seperti yang selalu kau bilang..setiap kita bertemu di sini..

Aku masih teringat semua yang kau katakan padaku..

Tentang janji-janji..tentang bulan dan bintang..tentang matahari..

Tentang kekasih dan tautan rindunya..

Begitu indah..setiap kata yang meluluhkan aku..dari lidahmu..

Dan kini..kenyataanya..aku sendiri..menunggumu pulang..

Doa dan caci silih berganti menemani malam-malamku yang sunyi..

Semua berlalu..begitu saja..

Burung-burung kemarau telah terganti angsa-angsa danau..

Sebuah janji adalah nisan yang suci..

Esok mungkin kau datang..seperti yang ku yakinkan pada raga dan hatiku..

Atau mungkin kelak kau kan datang di makamku..

Yang aku tahu..aku mencintaimu..kekasihku..

Seperti apapun engkau kini..

nb. Kesetiaan yang tulus..

Tak selamanya indah..