Sayang,
Kau telah menemaniku, kau telah jalani separuh hidupmu bersamaku..
Kau kuatkan aku saat ku rapuh..
Kau relakan duniamu hanya untukku..
Kau dendangkan lagu untukku saat ku redup..
Kau tak pernah pergi meski terkadang ku menyakitimu..
Kau tak pernah menyerah meski kadang ku kalah dalam hidupku..
Kau setia di sisiku meski kini ku tak lagi sempurna untukmu..
Kau tunjukkan arti perjuangan yang begitu hebat padaku..
kau adalah ibu yang sempurna untuk anak-anak kita..
Kini, ku hanya lelaki lemah tak berdaya..
Terbaring lemah di batas usiaku..
Karenamu aku kan bertahan..karenamu aku kan berkawan takdir..
Jikalau ini saat terakhir ku bisa menatapmu..
Jikalau ini pertemuan kita yang terakhir kalinya..
Genggamlah tanganku agar ku lewati jalan ini dengan ikhlas..
Sungguh, dalam hidupku..kaulah hal terindah untukku..
Usah menangis, usah bersedih..
Genggamlah tanganku, tersenyumlah untukku..
Hanya itu yang ku pinta..
Kelak, cinta kita kan terkenang di langit malam, cinta kita kan menari di kesejukkan pagi..
Menjadi petuah bijak bagi mereka yang mengerti..cinta tak bisa di akhiri..
Aku kan selalu menjadi bintang kecil yang menari di malam gelapmu..
Sekali lagi, tersenyumlah..dan biarkan aku menikmati senyum itu..
Terakhir kalinya..
Malaikat telah datang, dia menyapaku dengan lembut..
Dia titipkan salam kepadamu..
Jagalah anak-anak kita..ajarkan mereka cinta yang kita punya..
Aku tak kan pernah pergi..
Aku kan selalu ada dihatimu..
Selamat tinggal sayang..
Aku mencintaimu..
nb. Menjadikan rasa kehilangan sebagai cinta adalah keindahan yang sempurna..

Komentar Terbaru Pembebas Penat