Sajak rindu..

22 04 2009

Ku tulis rinduku di dedaunan yang basah..
Hingga embun berpeluk..
Bercumbu di antara ranting-ranting senja..

Ku telanjangkan hatiku..
Menikmati setiap sentuhan kata yang kau ucap..

Aku menari..di negeri imaji..
Berdansa di altar mimpi..
Memadu romansa dan janji-janji surga..

Hingga tersadari kau tiada..
Hanya aku dan rinduku..
Yang merindukanmu..

Sebelum embun itu terjatuh..
Sebelum hati tertutup..
Sebelum imaji mati..

Akankah kau datang?
Kapankah kau pulang?
Jika kau mengerti apa yang kini ku rasa..
Cepatlah kembali..
Untukku..

nb. Ketika rindu tak tertahan..ketika cinta menghilang..
akankah meredup janji setia?





Aku bertanya, Cinta..

23 01 2009

Aku lelah dengan perasaan ini..

Apakah kau mencintaiku dan sedang mempermainkan hatiku?

Ataukah kau memang benar tak mencintaiku dan coba tegaskan itu?

Terkadang hati ini berdetak cepat hanya kerana senyum kecilmu..

Dan terkadang hati ini berhenti berdetak hanya karena kau berpaling sejenak..

Ingin ku bertanya dan akhiri kegalauan ini..

Tapi..aku takut kehilangan cintamu..

Aku takut lewati semua tanpa kau disisiku..

Meski ku sadar, aku kan terus jalani kisah iniĀ  dengan tanya..

Aku hanya berharap kelak kau kan pahami besarnya artimu bagiku..

Bila benar cinta itu buta, maka ku relakan hatiku buta..

Bila benar cinta itu tak berlogika, maka aku pasti lebih dari itu..

Selama kau ada disampingku..selama kau ada di pelukku..

Aku tak kan pernah perduli..

Aku pernah merasakan kegalauan seperti ini karenamu..

Dan kita masih berdiri..kau dan aku masih bersama..

Ku yakinkan diriku, perasaan ini pun akan cepat berakhir dengan sendirinya..

Dan kita bahagia lagi..

Aku hanya ingin bertanya..dan ku harap kau tak menjawabnya..

Karena aku pun hanya menanyakannya dalam hatiku..

“Apakah kau masih mencintaiku?”

Hanya itu..

nb. Cinta itu memang aneh..tapi tidak utk dia yang jatuh cinta!





Masih terasa denganmu..

21 01 2009

Aneh, tiba-tiba saja aku merasa sakit yang teramat dalam..

Jasadku lumpuh..tertunduk meluluhkan air mataku..

Bayangmu melintas merasuk lembut di sisi hatiku yang rapuh..

Membawaku mengenangmu..

Keheningan senja yang terbiasa kita nikmati..

Alunan ombak dan dinginnya angin malam yang setia memeluk kita..

Hijaunya bukit dan segarnya nuansa yang selalu kita rindukan..

Semua mengalir begitu derasnya di alam imajiku..

Setahun yang lalu..dan semuanya masih terasa denganmu..

Hari-hariku selalu berjalan..dengan bayang dan harumnya cintamu..

Tak bisa tertepikan..tak bisa ku hentikan..

Dan makin meneggelamkan jiwaku ke dalam perihnya rasa..

Belum juga ku mengerti..belum juga ku bisa menerima..

Kau yang begitu lembut..begitu mengagumkanku..

Kau yang begitu indah..begitu mempesonaku..

Dengan mudahnya campakkan aku dengan kepalsuan ceritamu..

Dengan hati yang selalu terjaga..dengan pengkhianatan yang teramat indah..

Dan aku seperti sebuah boneka yang sedang kau mainkan di panggung cintamu..

Turuti kehendakmu..kagumi pesonamu..dan mati karenamu..

Kau buat aku semakin berdosa karena sikapku..

Kau buat aku semakin menyesal karena kebodohanku..

Dan lebih hebatnya lagi kau masih tetap ku rindukan!

Tiap sudut jalan..tiap nada lagu yang ku dengar..

Kau masih ada disana..kau masih tersenyum manja..

Kau masih menyakitiku hanya dengan bayangmu..

Semua begitu sulit ku relakan..

Semua masih terasa denganmu..

Meski sakit dan pedih yang ku dapat..

Kau masih tetap ku rindukan..

Dan aku tak tahu..kenapa..

nb. Orang bilang cinta itu buta..dan mungkin gila!





Artiku di hatimu..

18 11 2008

Dalam hati aku sering bertanya..

Apakah aku berarti untukmu?

Karena kadang kau melupakanku dan tak melihatku..

Tak terhitung perih yang tertahan..terabaikan..

Sajak-sajak maaf..terbiasa kau dendangkan..

Dan meluka lagi..

Seribu pengertianku telah ku semaikan di hati..

Agar ku mengerti seberarti apakah aku di hatimu..

Dalam hati aku pun sering bertanya..

Mungkin cinta ini tak seharusnya ada..

Karena kadang semua terasa hanya di sisiku saja..

Entah..

Bila saja ku bisa mengakhirinya..begitu saja..

Tapi..

Aku tak bisa menafikannya..aku mencintainya..

Dalam kesedihanku..dalam kesendirianku..

Cinta ini membutakan mata dan hatiku..

Dan aku membutakan cintaku sendiri..

Atau mungkin aku benar-benar tak berarti untuknya..

Dan perasaanku saja yang membuatnya begitu berarti untukku..

Biarlah..

Yang aku tahu..

Aku mencintainya setulus apa yang aku beri..

Dari hatiku..

Dari keyakinanku..

Tentangnya..cintaku..
nb. Kekuatan cinta..menyatukan puing hati..