Tersenyumlah, untukku..

25 04 2009

Sayang,

Kau telah menemaniku, kau telah jalani separuh hidupmu bersamaku..

Kau kuatkan aku saat ku rapuh..

Kau relakan duniamu hanya untukku..

Kau dendangkan lagu untukku saat ku redup..

Kau tak pernah pergi meski terkadang ku menyakitimu..

Kau tak pernah menyerah meski kadang ku kalah dalam hidupku..

Kau setia di sisiku meski kini ku tak lagi sempurna untukmu..

Kau tunjukkan arti perjuangan yang begitu hebat padaku..

kau adalah ibu yang sempurna untuk anak-anak kita..

Kini, ku hanya lelaki lemah tak berdaya..

Terbaring lemah di batas usiaku..

Karenamu aku kan bertahan..karenamu aku kan berkawan takdir..

Jikalau ini saat terakhir ku bisa menatapmu..

Jikalau ini pertemuan kita yang terakhir kalinya..

Genggamlah tanganku agar ku lewati jalan ini dengan ikhlas..

Sungguh, dalam hidupku..kaulah hal terindah untukku..

Usah menangis, usah bersedih..

Genggamlah tanganku, tersenyumlah untukku..

Hanya itu yang ku pinta..

Kelak, cinta kita kan terkenang di langit malam, cinta kita kan menari di kesejukkan pagi..

Menjadi petuah bijak bagi mereka yang mengerti..cinta tak bisa di akhiri..

Aku kan selalu menjadi bintang kecil yang menari di malam gelapmu..

Sekali lagi, tersenyumlah..dan biarkan aku menikmati senyum itu..

Terakhir kalinya..

Malaikat telah datang, dia menyapaku dengan lembut..

Dia titipkan salam kepadamu..

Jagalah anak-anak kita..ajarkan mereka cinta yang kita punya..

Aku tak kan pernah pergi..

Aku kan selalu ada dihatimu..

Selamat tinggal sayang..

Aku mencintaimu..

nb. Menjadikan rasa kehilangan sebagai cinta adalah keindahan yang sempurna..





Cintanya bukan cinta kita..

24 04 2009

Sayang, maafkan aku..

Ijinkan aku pergi, ijinkan aku bersamanya..

Dialah yang aku cintai, dialah yang aku impikan..

Maaf bila ku harus seperti ini..memilihnya, bukan dirimu..

Kau boleh mencaciku, kau boleh teriakkan kata-kata busuk itu..

Tapi, aku telah yakin kepada pilihanku..maaf..

Aku tak ingin berpura-pura aku masih mencintaimu..

Aku tak ingin berpura-pura aku bisa bertahan denganmu..

Aku benar-benar mencintainya, sebelum ku mencintaimu..

Aku telah mencarinya dan kini aku menemukannya..

Rasa ini sangat berbeda, rasa ini tak sekedar sayang..

Seperti sayangku kepadamu..

Aku mencintainya..melebihi cintamu kepadaku..

Aku mohon, mengertilah..dan beri aku kesempatan..

Untuk meraih impi jiwaku..

Untuk bersamanya..

Mungkin tak seharusnya dulu aku menerimamu hadir disisiku..

Mungkin dulu tak harus ku paksakan cinta itu datang..

Tapi, kau begitu baik hingga ku tak sanggup menolaknya..

Dan aku pun perlahan mencintaimu..

Aku mencintaimu..

Tapi, kini aku tak bisa bohongi hatiku lagi..

Aku merindukan hadirnya..aku merindukan cintanya..

Aku tak bisa membiarkanmu berharap lebih dari ini..

Aku tahu kau kan bahagia..bukan denganku..

Sayang, sekali lagi..maafkan aku..

Aku harus pergi..menjemputnya kembali ke hatiku..

Cobalah kau mengerti..

Untuk hati yang tak ingin ku bohongi..

Untuk cinta yang tak ingin ku sakiti..

Selamat tinggal..

nb. Bukanlah cinta bila itu keterpaksaan..





Jiwaku mencarimu..

13 03 2009

Aku ingin terbangun dengan senyuman..

Menikmati nuansa pagi yang menyejukkan..tanpamu..

Hingga ku sadari aku terjaga tanpa jiwaku..kosong..

Dan bayangmu melintas perlahan mengusik mataku memeluk erat kerinduanku..

Telah ku coba berlari jauh meninggalkan semua tentangmu..

Tapi tidak dengan jiwaku, dia masih mencarimu..masih mengharapmu..

Ketika ku terlelap dalam tidurku, jiwaku terbang mencarimu..

Melintasi langit malam yang pekat berharap menemukanmu di ujung asa..

Tak sedikit dia kembali dengan air mata..tak sedikit pula dia mengibaku untuk kembali padamu..

Jiwaku berkata telah melihatmu di seberang sana sedang bersamanya..menangis..

Jiwaku merayuku dengan butiran sesal dan lelehan kerinduan..

Agar ku secepatnya menjemputmu..melupakan semua sakit dan egoku..

Sedangkan jasadku masih mencoba tegar bertahan dalam kepedihan karenamu..

Apa yang harus aku lakukan?

Haruskah ku turuti jiwaku yang sekarat mengharapmu?

Ataukah ku kan terus jalani hidupku, mencari bahagiaku yang baru?

Jikalau kau memang kekasih jiwaku, ku yakinkan diri mungkin ini yang terbaik..

Membiarkan jiwaku larut dalam kerinduannya..mendekap jiwamu di kegelapan malam..

Dan ku kan tersenyum tiap pagiku tanpamu..

Tapi sampai kapan ku kan jalani ketidakmampuan ini?

Tanpamu jiwaku mati, denganmu jasadku mati..

Adakah keindahan dibalik ketiadaan?

Beri aku tanda..

Sebelum keduanya mati..

 

nb. Hidup adalah memilih hingga kita tak mampu lagi memilih..





Satu hati..

11 02 2009

Satu helai mimpi menjemputku dari peraduan malam..

Dia terbangkan aku lewati cerita-cerita cinta dan kerinduan..

Hingga akhirnya aku melihatmu..

Terduduk sendiri dalam kebimbangan dan keresahan hati..

Apa yang kau pikirkan?

Apa yang sedang kau rasakan?

Ceritakan padaku..ungkapkan semuanya kepadaku..

Aku ada disampingmu..aku ada disisimu..

Tapi kau tak mendengar..kau tak melihatku..

Dan air mata ini terasa mengalir deras..kenapa aku bersedih?

Aku terbangun dari malam yang menakutkan..

Perasaan galau bergemuruh laksana seribu tentara perang..

Aku masih merasakanmu..aku masih mendengar suara hatimu..

Cinta sejati yang kini hilang entah dimana..

Apa yang sedang terjadi denganmu di sana?

Apa kau baik-baik saja?

Sudah dua hari ini aku selalu memimpikanmu..dalam kesedihan..

Andai ku bisa memelukmu..tenangkan gelisahmu..

Tapi, hanya kepada sayap malaikat ku bisa titipkan doa untukmu..

Aku tahu, kau masih yang terindah untukku..dan selalu begitu..

Kelak, jika doaku telah sampai kepadamu..

Tolong, kirimkan kepadaku semua rasa yang sedang kau resapi..

Agar ku tahu kau baik-baik saja di sana..

Mungkin, mimpi ini hanya bunga tidur dan lukisan senjaku..

Karena kerinduan dan keinginan tuk bersamamu..

Dan bila mimpi itu pertanda, aku yakin kita masih satu hati..

Tuk merasa dan memahami apa yang tersembunyi..

Kekasih jiwaku, jaga dirimu baik-baik di sana..

Hingga kelak semua tanya itu terjawab..

nb. Cinta sejati terikat oleh rasa satu hati..