Cinta sesaat..

23 04 2009

Hari ini, kita bertemu lagi..
Dalam hening kelopak senja..
Meski kini semua telah berbeda..
Keanggunan pesonamu tak pernah pudar..
Dan rasa itu tiba-tiba saja kembali menggeliat di antara tulang rusukku..
Putik cinta itu kembali mekar perlahan di hatiku..
Mata yang bercahaya..senyum yang menawan..
Aku kembali terpikat..karenamu..
Jantung ini kembali berdetak..untukmu..
Ingin ku memanggilmu sayang..kekasihku..
Tapi..
Sore ini aku kembali harus mengalah pada kenyataan..
Kau tetap bukan milikku..ada dia di sisimu..
Cinta itu..masih saja sebatas harap..
Sebatas mimpi yang terikat erat di ranting hati yang rapuh..
Entahlah..
Kau tertawa begitu bahagia..dalam peluknya..
Kau berbinar seindah bintang..di malam purnamanya..
Dan aku..
Hanya bisa memandangmu..dari sudut hati yang paling kelam..
Menahan sakit..dan dentuman cemburu..karenanya..
Mungkinkah kau kan mencintaiku..meski sesaat?
Mungkinkah ku miliki hatimu..meski sejenak?
Angan ini semakin jauh meninggalkanku dalam tanya..
Sudahlah..
Hari ini, aku begitu bahagia..
Melihatmu..mendengar suaramu..menatap indah pesonamu..
Itu sudah cukup tuk tumbuhkan artimu dihatiku..
Meski terhalang senja di antara genggam tanganmu dan dirinya..
Aku tak perduli..
Bila esok ku harus mematikan rasa ini lagi..
Maka biarlah sore ini ku nikmati cintamu..
Meski sesaat..
Biarkan ku nikmati nuansa ini..
Meski sejenak..
Sebelum kau pergi..dari tatapku..
Lagi..

nb. Cinta tak pernah habis tuk dinikmati..





Terlahir kembali..

22 03 2009

Cinta..

Aku hampir melupakanmu..

Aku telah terbiasa mengabaikanmu..

Meyakini aku bisa tanpamu..

Malam ini aku tahu aku tak bisa lari darimu..

Cinta datang membuaiku sekali lagi..

Rasa yang telah lama hilang kini mengisi tiap relung hatiku..

Aku jatuh cinta lagi..aku merasakannya lagi..

Denganmu..

Jiwa yang telah mati membeku dalam kepedihan..

Kini terlahir kembali karena kehangatan tatap matamu..

Aku jatuh cinta lagi..kepadamu..

Harapan baru telah ku semaikan diantara pucuk-pucuk doaku..

Mimpi yang baru telah ku terbangkan disela bintang-bintang malamku..

Aku tersenyum karenamu..aku bahagia bersamamu..

Sekali ini, ijinkan aku menikmatinya..

Aku mohon yakinkan aku akan cinta yang kini ada..

Agar ku bahagia..seperti aku yang dulu..

Saat aku terlahir di dunia ini..

nb. Jatuh cinta..pintu seribu mimpi!





Waktu bersamamu..

24 02 2009

Sungguh tak ada yang bisa gantikan saat itu..

Begitu sempurna jelajahi waktuku bersamamu..

Tak kan terulang tak kan terlupa dalam hidupku..

Kau ajarkan aku arti hidup yang sesungguhnya..

Kau membuka mataku yang telah lama tertutup pedihnya cinta..

Kau guratkan senyum di bibirku yang telah lama terkunci rapat..

Aku tahu aku baru mengenalmu, saat itu..

Dan ku rasakan kedamaian akan gairah hidup yang telah lama mati..

Tatapmu luruhkan segala kesedihan yang selama ini memelukku erat..

Tawamu pecahkan kepedihan yang telah membius jasadku..

Kau tunjukkan warna dan berikan aku pelangi dalam hati..

Lihatlah aku sekarang..begitu bersemangat menatap pagiku..

Karenamu..

Meski ku sadari kau bukanlah milikku..

Dan aku pun tahu, ku tak harus memilikimu..

Waktu yang terlewati ini tak kan pernah terhapus dari hidupku..

Malam ini aku temukan kembali bintangku di langit malam..

Pertemuan ini hadirkan kembali jiwaku yang telah lama menghilang..

Aku sadari..dunia ini penuh dengan warna..penuh dengan cerita..

Dan aku bahagia bisa bertemu denganmu..

Terima kasih atas waktu yang kau beri untukku..

Sesuatu yang sangat berharga dalam hidupku..

Dan tak kan pernah hilang..

nb. hidup penuh dengan pilihan dan tugas kita untuk memilihnya..

sepenggal cerita untuk “dia” di sana..





Bukan karenamu..

12 02 2009

Bukankah mencintai dan dicintai adalah anugerah?

Lalu mengapa kau harus korbankan rasa dan bahagiamu?

Untuk mencintai, untuk memiliki ?

Sedangkan ku tahu bersamanya tak ada rasa dihatimu..

Kenapa harus kau jalani semua kemunafikan itu?

Demi tawa dan canda mereka yang kau sayangi?

Mungkin benar kepatuhan itu menjadikan semuanya mudah..

Tapi, kebahagiaan sejati yang kau impikan..

Akankah kau biarkan ia pergi begitu saja?

Apakah kau mampu mencintainya dengan setulus hatimu?

Apakah kau mampu tersenyum?

Bukan keresahan dan kegalauan hati?

Aku tahu apa yang kau rasakan..

Aku pun mengerti semua yang kau impikan..

Bila saja ku mampu melihatmu tersenyum bahagia dengan hatimu..

Tak akan pernah ku bertahan seperti ini..

Ku pasti kan ikut tersenyum, ku pasti kan ikut bahagia..

Tapi tidak saat ini..

Karena ku tahu kau masih ragu jalani semuanya..

Sekali lagi, tanyalah hatimu..dan biarkan suara itu datang kepadamu..

Aku kan menjagamu..aku kan menemanimu..

Hingga kau mampu tersenyum..

Karenanya..

Dan aku kan pergi, meninggalkan semua..

Dengan senyum di hatiku..

Sepertimu..

nb. Cinta yang datang karena keterpaksaan,

bukanlah cinta yang membuatmu bahagia..