Bila saja..

24 11 2008

Aku tahu kau memberiku cinta yang tulus..

Aku pun tahu kau selalu menjaganya untukku..

Segala kebaikan, keindahan, dan keanggunanmu..

Menjadikanku raja yang sempurna di dunia ini..

Kadang, dalam malamku yang sunyi aku berdoa..

Agar hati ini terbuka..agar hati ini menerima..

Kehadiranmu dalam hidupku..dalam cintaku..

Tak sedikit aku memohon pada Tuhanku..

Sedikit saja cinta ini bersemayam untukmu..

Tapi tak juga ada..

Bukanlah cinta yang hadir di hatiku..

Bukan pula belas kasihan untukmu..

Sungguh aku bukanlah orang seperti itu..

Rasa ini tak lebih hanya menyayangi..

Sebagai manusia..sebagai makhlukNya..

Mungkin saja waktu kan merubah..

Menumbuhkan benih dan meyakinkan sadarku..

Bahwa kau layak lebih dari itu..

Aku tak ingin ada air mata..dari matamu yang indah..

Bila saja esok merubahku..mencintaimu..

Aku ingin itu selamanya..

Aku ingin kaulah yang ada disisiku di setiap waktuku..

Karena aku yakin..

sesungguhnya kaulah yang bisa mengertiku..

kini..

Biarkan aku mencoba pahami..

Bahwa kaulah cinta untukku..

Semoga esok aku mampu mencintaimu..

Karena hatiku..karena inginku..

Bukan keterpaksaanku..

Untukmu..


nb. Cinta tak bisa dipaksakan..
Cinta adalah waktu..





Merindukan Hadirmu..

19 11 2008

Malam ini aku begitu merindukanmu..

Satu per satu kenangan itu menyeret air mataku..

Senyum itu..tatap itu..sapa itu..

Meluluhkan perasaan dan kesadaranku..kau telah pergi..

Masih terasa dekapan hangat pelukmu..genggaman erat tanganmu..

Dan hati ini semakin tenggelam..mengenangmu..

Aku sadar aku tak pernah bisa melepasmu pergi..

Aku tak peduli kini kau telah bersamanya..

Malam ini aku begitu merindukanmu..sangat merindukanmu..

Hujan ini..alunan lagu ini..menyempurnakan bayang dirimu..

Aku yakin, kau pun merasakannya..karena hatiku percaya itu..

Meski tersembunyi dalam hati yang tersampingkan..

Getar jiwaku tersampaikan di jala-jala mimpimu..

Andai kau pun merindukanku..

Mungkinkah kita kembali bersama..

Seperti dulu..

nb. Kerinduan akan masa lalu..hadirkan senyum, harapan dan luka..





Lilin terakhirku..

16 10 2008

Malam menjelang..suara alam mulai berbisik nyaring menggangguku..

Simphoni yang menyiksaku..nyanyian yang memekakkan telingaku..

Tirai telah ku tutup..sebatang lilin menyala redup di sela gelas yang buram..

Guratkan sebuah bayang wajah dari kain yang lusuh karena terangnya..

Dan itu lilin terakhir yang ku punya..

Seperti harapan dan asaku..yang semakin buram memudar untukmu..

Jejak janji sebelum kau pergi masih terlihat jelas di peraduan..

Esok jika kau pulang..segenggam rindu dan sepeluh harap kan menyambut..

Seperti yang selalu kau bilang..setiap kita bertemu di sini..

Aku masih teringat semua yang kau katakan padaku..

Tentang janji-janji..tentang bulan dan bintang..tentang matahari..

Tentang kekasih dan tautan rindunya..

Begitu indah..setiap kata yang meluluhkan aku..dari lidahmu..

Dan kini..kenyataanya..aku sendiri..menunggumu pulang..

Doa dan caci silih berganti menemani malam-malamku yang sunyi..

Semua berlalu..begitu saja..

Burung-burung kemarau telah terganti angsa-angsa danau..

Sebuah janji adalah nisan yang suci..

Esok mungkin kau datang..seperti yang ku yakinkan pada raga dan hatiku..

Atau mungkin kelak kau kan datang di makamku..

Yang aku tahu..aku mencintaimu..kekasihku..

Seperti apapun engkau kini..

nb. Kesetiaan yang tulus..

Tak selamanya indah..





Saat Pertemuan

2 05 2008

Saat pertemuan kita nanti, adakah sesuatu yang berubah?

Sebuah tanya yang terus mengalir dalam tiap desir nafasku untukmu

Saat pertemuan kita nanti, masihkah engkau menjadi milikku?

Sebuah harapan yang ku ikat di jantungku dan terus berdetak iringi nadiku

Saat pertemuan kita nanti, masihkan kita kan bertemu?