Kaulah orangnya!

12 11 2008

Aku ingin mengatakan..sekali saja dan itu benar..

Bahwa aku telah lelah menunggumu..

Tapi..

Tetap saja aku merindukanmu..

Aku telah mematikan rasa ini..

Tapi..

Ia hidup lagi dan lebih kuat dari yang lalu..

Aku mencari alasan kenapa kau begitu berarti..

Yang ku temukan hanyalah perasaan yang hebat..

Bahwa kau benar-benar berarti!

Tak perlu lagi aku mencari alasan melupakanmu..

Tak perlu lagi aku berpura-pura tak menginginkanmu..

Karena semua begitu jelas untukku..

Kaulah yang aku mau..

Kaulah orangnya..

nb. Cinta yang tulus tak kan mati..

Meski ia tenggelam di samudera kemunafikan..





Kenapa aku jatuh cinta?

29 08 2008

Dia bertanya kepadaku dengan lembut..

“Apakah kau mencintaiku karena kecantikanku?”

Dan aku sekuat tenaga berkata bahwa aku tak seperti itu..

Hingga hatiku terasa begitu berat..

Dia berkata kepadaku dengan sangat lembut..

“Kenapa kau mencintaiku?”

Dan sekali lagi lidahku begitu sibuk mencari kata yang tepat..

Hanya tuk meyakinkan dialah orang yang tepat untukku..

Kemudian dia berkata dengan sangat-sangat lembut..

“Kalau begitu..jangan kau mencintaiku karena jawabanmu itu..”

Dan dia tersenyum..

Aku bertanya kepada diriku sendiri..

Bila aku benar-benar mencintainya..

Kenapa aku harus begitu berat mengatakan kejujuran yang ia pinta?

Bila aku benar-benar menginginkannya untukku selamanya..

Kenapa aku harus membiarkannya pergi begitu saja?

Dan kini aku sadar..aku hanya melihat dengan mataku..

Aku mencari cinta karena inderaku yang duniawi..

Aku tak melihatnya dengan hati dan jiwaku..

Bukankah itu sebaik cinta yang kita impikan?

Aku melihatnya sebagai makhluk yang sempurna..

Aku melihatnya sebagai orang yang begitu tepat untukku..

Dan itu membuatku mencintai dunianya saja..

Perempuan itu..yang begitu saja meninggalkanku..

Mengajariku arti cinta yang baru..

Tentang peluruhan jiwa dan jasad untuk jatuh cinta..

Karena cinta tak sesederhana itu..

nb. Pahami cinta dengan jiwa dan jasadmu..

Bukan karena indera duniawinya saja..





Semestinya..

25 05 2008

Semestinya kita berdua menyadari betapa berartinya sebuah kejujuran

Dan seharusnya kita saling mau mengerti keadaan dan perasaan yang ada

Bukan saling mencaci dan iri hati,

Semestinya air mata ini tak terus mengalir hanya karena kemunafikan dan ego hati,

Semestinya kita pun masih bisa bahagia berdua bersama bahkan untuk selamanya

Bila kita mau saling mengakui perasaan yang masih ada di sudut jiwa,

Dan semestinya kita tak terpisah karena perbedaan bukan aral yang leburkan harapan,

Semestinya kita bisa saling mencintai dan berbagi mimpi,

Semestinya semua asa yang kita punya terlahir menjadi nyata yang indah

Bila kita saling setia sampai nanti…

Semestinya…

nb. Kejujuran dan ego hati

terkadang menjadi dua mata pisau

tetapi, bila kita mampu menjadi diri sendiri

dia adalah perisai yg sempurna..