Ketika harus memilih


Teruntuk sahabat, kekasih, dan mereka yang menyayangiku
seperti aku menyayangi mereka..
Hidup adalah perjalanan untuk mendapatkan yang terbaik,
meski kadang kita tak mendapatkan apa-apa..
Hidup adalah tentang pilihan akan menjadi apa diri kita,
tak ada yang mampu menolaknya karena hidup adalah nikmatNya..
Terkadang kita harus memilih apa yang tak pernah ingin kita pilih,
tapi yakinlah, setiap orang yang memilih akan mengerti
kenapa ia memilih dan apa yang akan ia pilih..
terlalu rumit bila kita menganggapnya rumit,
terlalu mudah bila kita menganggapnya tak berarti,
seperti mencintai dan dicintai…
tak ada yang ingin menderita, atau menyakiti..
Kekasih Jiwaku….
adalah keajaiban ketika kita harus memilih satu dari beberapa pilihan,
sementara di satu sisi, binatang, gunung, rumput dan bahkan tata surya
tak mampu memilih apa yang terjadi dengan mereka…
saat harus memilih antara baik dan buruk,suka dan duka
adalah saat dimana sebenarnya naluri kita muncul sebagai manusia,
saat yang menyadarkan siapa sebenarnya diri kita?!
bukankah engkau pernah mengalami saat-saat seperti itu?
Saat engkau harus memilih antara kekasih dan sahabat,
antara hak dan kewajiban, bukankah terkadang itu semua menjadi dilema?
Jika engkau sadari, memilih atau pun tidak,
itu adalah jalan yang kan menuntun kita menjadi seorang manusia yang baru,
bukan manusia yang berdiri di antara dua jalur hidup dan terpaku karenanya,
dan ketahuilah jika itu sangat berbahaya!
Saat engkau memilih suatu hal,
itu adalah jalan yang harus kita hadapi dan lalui dengan kesadaran yang telah kita pertimbangkan,
hari ini, aku akan menceritakan kenapa kita harus memilih!
Dua tahun yang lalu, aku mencintai seseorang..
seseorang yang aku yakin aku mencintainya seperti jiwaku mencintai surga…
Dua tahun yang lalu aku dihadapkan pada pilihan, yang mungkin
teramat sulit untuk aku pilih..
sebuah pilihan yang tak hanya berlaku untukku tapi juga untuk semua orang yang ada dalam hidupku,
semua orang yang aku sayangi..
ketika aku harus memilih, antara sahabat dan seorang gadis yang aku cintai..
Sungguh, demi nafas yang masih ku hirup, aku tak ingin ada dalam keadaan seperti itu,
Apa yang harus ku pilih? Apa yang akan ku pilih?
otak dan seluruh nadiku tak seirama tuk menjawabnya..
Aku tak ingin memilih dan biarkan hidupku seperti adanya,
tapi sekali lagi, inilah manusia, kita terlahir untuk memilih!
dan aku sadar akan setiap konsekuensi yang akan aku terima..
Mungkin saja aku kan menjadi sahabat yang baik, yang akan selalu hangat diterima,
atau mungkin aku kan menjadi kekasih yang akan selalu dirindukan..entahlah..
dan aku harus memilih salah satu dari itu! sebuah hal yang tak pernah ingin ku jalani!
Dua hal yang sangat berarti untukku, untuk masa depanku sebagai manusia..juga takdirku..
jika kau pernah ada dalam posisiku, pasti kau kan mengerti betapa pilihan adalah
pertaruhan dan pertanggungjawaban dalam hidupmu..
Dan aku memilih tuk dapatkan apa yang membuat hidupku lebih baik,
hati dan jiwaku saling berebut, saling mencaci, berkelahi dan terluka..
tapi aku memilih tuk menjadi kekasih, tuk menjadi mempelai dalam mimpi jiwaku
aku memilih tuk mencintai seorang gadis, dan seperti yang aku duga..
semua sahabat, semua orang, sibuk dengan pendapat dan sumpah serapah masing-masing
dan itu menyakitkan, ketika kita seperti tak diharuskan tuk terlahir di bumi ini..
ketika kita diharuskan tak boleh mencintai dan memiliki seseorang yang kita yakin,
kita mencintainya seluruh hati dan jiwa..
Tapi aku telah memilih, aku telah beranikan diri ada dalam pertempuran hati
aku memilih tuk memenangkannya!!! Aku memilih tuk melawan semua sahabat dan orang
yang aku sayangi, aku telah menikam dan mengiris nadi sahabat dan paduan hidupku sendiri!
Dua tahun aku menjalani cinta itu, dua tahun yang membuatku semakin yakin dengan apa yang aku pilih,
Dua tahun dimana aku bertahan dalam pertempuran hati, dan tak semudah itu..
Percayalah, cinta tak semudah yang kita kira..begitu rumit hingga begitu banyak makna untuknya..
Tapi kini, aku tahu arti dari semua itu..
Hidup selalu menyimpan misteri dan makna yang berbeda..
Apa yang aku perjuangkan selama dua tahun kini dalam bayang kekalahan..
Musuh terbesarku bukanlah sahabat, atau gadis yang kini jadi kekasihku,
musuh terbesar dalam pertempuran hatiku adalah diriku sendiri, yang telah memilih..
kini aku harus memilih lagi, antara sahabat, kekasih, dan juga hidupku yang lain..
sekali lagi, aku tak ingin memilih, tapi aku harus memilih, seperti yang lalu..
dan kita memang manusia penuh dengan pilihan! Yakinlah, pilihan itu tak kan pernah usai
hingga nanti saatnya jasad kita membusuk dalam pelukan bumi..
Sahabat Jiwaku….
Keinginan ‘tuk menjadi lebih baik adalah satu dari sekian pertimbangan dan harapan yang ku miliki,
saat aku sadari jalan yang kan kita tempuh berbeda dan mulai pudar,
mungkin ini saat bagiku tuk memilih lepas dari semua pilihan itu..
mungkin ini saatnya aku membuat pilihanku sendiri!
Dan aku membuat pilihan tentang menjadi manusia yang baru,
manusia yang terlahir dari segala pilihan yang pernah ia buat,
Mungkin dengan menjadi seseorang yang baru akan lebih mendewasakan akal dan hati kita,
menjernihkan dan menyegarkan penat yang ada,
Dengan menjadi manusia yang baru, bukankah kita mampu melihat seperti apakah diri kita yang lalu?
Bukankah kita bisa mengambil hikmah dan lebih bijaksana saat mengerti bahwa ada yang salah dengan kita?!
Pemikat jiwaku…
Mungkin kan datang saat engkau harus memilih jalan mana yang kan kau tempuh,
seperti yang ku harapkan, semoga apa pun pilihan itu, kan menjadikanmu manusia yang baru,
yang lebih mengerti dan pahami bahwa pilihan yang sulit adalah jalan terbaik yang pernah manusia lewati….

Ketika harus memilih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s