Di tengah jalan..


Di tengah rintik hujan ini,

aku menunggumu, sendiri dalam sunyi

Seperti hari kemarin, dan kemarinnya lagi..

Entah kapan kau disini, kembali bersamaku, dan tak pergi lagi

Haruskah ku tinggalkan asa ini, haruskah ku terus bertahan dalam dingin ini

Jujur ku tak mampu lagi tuk memilih, hatiku semakin tak terasa, beku…

Ingin ku berlari, berteduh dan hangatkan jiwa ini, mencari penopang jalan

Yang kan menuntunku pada diriku yang dulu lagi..

Tapi aku tak mampu, kakiku terlalu berat tuk melangkah

Aku ingin secepatnya mengerti, apa yang terjadi dan akan terjadi esok

Masihkah seperti hari ini dan hari – hari yang ku lalui tanpamu

Mungkin aku memang terlahir tuk jalani kegetiran ini, benarkah?

Andai saja aku tahu, apa yang sedang kau lakukan

Benarkah kau sedang berlari menujuku ataukah meninggalkanku sendiri?

Kemana aku bertanya? Pada hujan ini? Pada sepi ini?

Tuhan, beri aku jawaban..aku butuh Kau…segeralah menyentuhku, bimbing ragaku

Aku ingin pulang..dan berbaring diranjangku..bermimpi..bersamamu…

Surat terakhir darimu, tujuh bulan yang lalu..masih ku dekap erat di dadaku

Entah sampai kapan..

Di tengah jalan ini, aku tak mampu lagi jejakkan langkahku

Di tengah kegalauan ini, aku ingin kepastian..bukan angan dan buaian…

Tiap angin membawa namamu, bisikkan kata rindumu..aku bergetar…

Aku ingin itu nyata..nyata..dan aku sadari, semua hanya khayalan

Kau tak ada disini, disisiku, memelukku dan kuatkan aku

Kau di sana..masih disana..di ujung jalan yang lain, jauh dariku..

Hujan kini telah terhenti, kakiku tenggelam dalam kesendirian..kesepian dan kerinduan…

Jiwaku telah kering, telah retak, seperti hatiku, seperti ragaku…

Tak mampu lagi rasakan hangatnya pagi, hangatnya sapamu…

Tanya dalam bibirku hanya sisakan kerapuhan,

Esok akankah kau datang , akhiri penantian ini, berikan aku bahagia

Atau esok kau kan datang, dan pastikan jika aku tak sepantasnya menunggumu

Atau mungkin, esok kau tak kan datang, seperti hari ini, dan hari yang lalu..

Di tengah jalan ini, aku masih mendekap janji yang dulu kau ucap

Sesuatu yang ku yakini, dan satu yang paling aku yakini..

Esok tiada yang tahu..esok adalah rahasia…

Seperti kau dan aku..seperi kisah kita..

Seperti janjiku janjimu..

Yang dulu

Di tengah jalan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s