Dia


Dia, yang selama ini ku coba lupakan..

Kini hadir dan isi hidupku lagi..

Meski ku tahu, bukan seperti yang ku mau..

Dia hadir saat ku mulai rapuh dan tak tahu arah..

Mungkinkah dia mampu lahirkan diri ini lagi?

Atau benarkah dia sebenar pendamping surgaku?

Maafkan aku atas perasaanku..

Yang telah mencoba menghapus namamu..

kini, perlahan aku menerima rasa itu..

Aku hanya berharap, semoga kaulah surga itu..

Karena kini, aku tak tau lagi arah dan jalanku..

Aku tak mampu lagi memilih..

Semoga kau bisa kuatkan aku..

Semoga kau bisa maafkan sikapku..

mungkin dulu ku pernah berpaling..

mungkin dulu ku selalu berpaling..

Tapi kini, pada akhirnya..

kaulah yang ada disini..bukan dia..

kaulah yang kuatkan aku disini..

terima kasih untuk ketulusanmu..

mungkin, hati ini memang untukmu..

harusnya ku sadari itu dari awal..


nb. Mungkin, mata kita terlalu semu

hanya keindahan dan kebaikan yang dituju..

Mampukah kita melihat hati kita sendiri?

Dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s