Kisah lalu..


Sungguh apa yang ku rasakan kini tak jauh berbeda seperti apa yang ku rasa dulu saat bersamamu. Meski segalanya telah berganti, berubah seiring waktu yang berlari, tak sedikit pun mampu membujukku tuk menepi sendiri. Bila saja ada bidadari yang kan menemaniku, menjagaku, dan menuntunku lewati jalan ini. Mungkin semuanya kan berbeda. Jalan yang telah ku tempuh, musim yang telah ku lalui, tak satu pun yang mampu menumbuhkan jiwa ini lagi.

Tak pernah terbayang olehku semua kan menjadi seperti ini, tak seindah dan semudah yang ku pikirkan. Masa lalu yang setia membujukku teteskan air mata. Seharusnya aku tahu kau lah segalanya bagiku. Seharusnya aku pahami tak kan ada yang mampu meluruhkan hatiku seperti wajahmu.

Kekasih, tersenyumlah engkau di sana dan bahagialah untukku. Bahagialah untuk seseorang yang kan terus merindumu. Bercintalah, kan ku doakan pada takdirku semoga ceritamu dengannya kan berbeda dengan cerita kita. Lekatkan arah dan tujuanmu padanya, tempatkan tumpuan hidupmu pada hatinya, dan yakinlah siapa pun ia, semoga terbaik untukmu. Semoga butiran embun di pelupukku tak percuma untukmu. Perjalanan yang kan ku tempuh nanti hanyalah sebuah simpul yang pasti berujung.

Ku yakinkan diriku kelak akan hadir untukku yang kan menemani sisa hidup dan menjadi penyangga jiwaku. Seseorang yang tak pernah ku harapkan selain engkau.

Aku tahu semuanya telah berlalu, tinggalkan sebuah kisah yang mungkin suatu waktu nanti kan menceritakan betapa manis dan pahitnya nuansa kita dulu, sebuah kisah yang kan menopang air mata dan rintihan jiwa. Kisah tentang dua manusia yang tak mampu meruntuhkan ego dan terdiam menatap kenyataan. Dua manusia yang tak seharusnya terpisah.

Semua yang berlalu dan lewat begitu saja, tak ubahnya seperti langkah – langkah musim dan pergantian bulan. Mungkin kita kan mengingatnya di kala jiwa kita merindukan keindahan akan masa muda. Keindahan yang mengajarkan semua arti kenyataan hidup dan segala likuannya.

Bayangkanlah wahai kekasih apa yang pernah kita lalui bersama, dalam suka pun duka dimana kita berpeluk dan berjalan dengan kekosongan jiwa. Saat dimana kita memahami pengertian dan saat dimana kita sembunyi dari kekalutan. Bayangkanlah semua kisah itu dan cobalah pahami maknanya. Bayangkanlah jika kita kan menjadi petuah dari mereka yang merasakan cinta dan yang tak mampu melangkahkan kakinya tuk menggapai impian hati.

Kepedihan yang pernah setia dan tak terlepas dari cerita kita, sedapatnya semua itu kan mendewasakan alur – alur jiwa kita yang pernah luruh dan terhempas waktu. Kepedihan yang telah meruntuhkan setiap penyangga hati antara kita akan menjadi bukti betapa kuatnya deraan hidup yang kita jalani. Bahagialah dengan rasa sakit dan tersenyumlah wahai kekasihku karena semua perjalanan yang kita tempuh terangkum dalam lembaran syair – syair hidup ini. Hempasan badai yang kita hadang, untaian cerita yang kita lukis, dan segala yang pernah ada, semoga itu resapkan kesejukkan yang kita rindukan selama ini. Kenanglah kisah ini sebagaimana mereka menyangsikan cinta kita, dan pijaklah tumpuan hidupmu biarkan berjalan apa adanya. Inilah kisah yang pernah kita lukis bersama saat dulu kala.

Bila kelak kisah kita berubah, biarkanlah para malaikat yang merubahnya, bukan kita. Biarkanlah tangan-tangan suci dan doa-doa musafir yang merangkainya. Karena kita hanyalah manusia yang tak kuasa akan apa yang tercipta. Yakinlah pada keajaiban, ia adalah pedang surga yang kan patahkan angan dan impi jiwa kita.


nb. Masa lalu adalah kenangan

darinya kita mengerti apa yang terlewati

belajar dan perbaiki segala kekhilafan

menjadi lebih baik..

Kisah lalu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s