Zahra, putriku..


Zahra, kenapa kau bersedih?
Kenapa anakku?
Bukankah ayah telah tepati janji ayah?
Tuk mengajakmu ke pantai..bermain ombak..
dan ayah juga membawakanmu boneka dolphin kesayanganmu?
Jangan menangis anakku..
Jangan lagi bersedih..
“Ayah akan pergi lagi?”
tiba-tiba kau berkata seperti itu..
Ayah tak mampu menjawabnya..
Ayah tak kuasa mengatakannya..
“Zahra, ayah sayang zahra..”
Hanya kata itu yang bisa terucap..
Putriku, tahukah kamu..dalam hati ayah menangis..
dan aku berkata..
“Zahra, tiap hari sabtu pasti ayah datang..”
“Ayah akan mengajakmu melihat lumba-lumba..”
“Ayah janji??” mata kecilmu menangis..berharap bahagia..
“iya anakku..ayah janji..”
“sekarang..peluk ayah..putriku yang cantik”
Waktu berdenting..menusukku perih..terdiam dalam peluk anakku..aku menangis..
Zahra..andai ayah bisa..andai hukum dunia mengijinkan..
Ayah pasti akan bersamamu..setiap waktu..setiap saat..
Kau adalah putri kecilku yang cantik..seperti ibumu..
matamu..senyummu..begitu mirip ibumu..
Zahra..jika kelak ayah bisa bersama kalian lagi..
Ayah tak kan pernah meninggalkan kalian..selamanya..
Ayah akan bahagiakan kalian..Ayah akan berjuang sekuat hati..
Sekarang, ikutlah dengan ibumu..
Ayah akan datang..untukmu..raka..dan ibu..
Ayah akan datang..anakku..

nb. Terkadang..perasaan harus terbentur kenyataan..
Kebahagiaan..tak selamanya hadir..berpihak pada kita..

Zahra, putriku..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s