Amplop kelabu..


Peak hill, bandung..tempat yang kita janjikan..
Pagi ini..kabut tipis menutupi pandangku..
Begitu lembut hingga mataku terlelap..
Sebentar lagi hujan..
Di seberang sana..berkerumun tamu..bertutur cerita..
Keramian yang semakin penatkan otakku yang beku..
Meraka terus berdatangan..penuhi halaman vila yang sederhana ini..
Sudah 1 jam..dan kau tak datang juga..
“Sabar ya..ada yang harus aku selesaikan dulu..”
Itu katamu yang terakhir..yang kudengar dari teleponmu..
Sejak itu..kau tak bisa aku hubungi lagi..
Kau membuatku seperti terdakawa dalam ruang sidang..
Kau kenapa?? Dimana??
Waktu berlalu..sekarang sudah tengah hari..
Mereka gelisah..mereka bertanya..mereka tampak lusuh..
seperti juga aku..yang terlihat gila dengan penantianku..
Jas hitam ini terasa sesak mencekik leherku..
kau dimana??
Semua mencarimu..semua bertanya tentangmu..
hujan mulai turun..begitu dingin..
Sebuah mobil masuk ke pelataran..aku mengenalnya..
Itu mobil saudaramu..dan perlahan aku tahu..itu kakakmu..
Dengan tergesa..ia datang..
“Arya..” tanpa mampu berkata..hanya teteskan air mata..
ia memberiku sebuah amplop kelabu..memintaku membukanya..
                     Aku mencintaimu..
                    Aku menyayangimu..
                   Hari ini seharusnya hari paling bahagia ..
                   Hari ini adalah hari yang sempurna..
                  Tapi aku harus jujur..kepadamu..
                  Aku telah memikirkannya..dengan serius..
                 Aku belum mampu tenangkan jiwaku..untukmu..
                 Aku belum siap dengan apa yang telah dan akan terjadi..
                Maaf..aku bersujud memohon ampunmu..
                Tapi aku tak ingin membuatmu terluka kelak..
                 Aku memutuskan untuk pergi ke eropa..
               kau tahu alasanku..
              Aku benar-benar mencintaimu..
              Maafkan aku..
Aku terdiam..lemas..jiwaku bersedih..ragaku merapuh..
semua hening..hingga desah nafas pun terdengar nyaring ditelingaku..
Seribu tanya membekapku..mengiris dadaku..
Di sini, di tempat ini..di hari pernikahan yang kita impikan dulu..
Kau tak datang..karenaku..karenamu..

nb. Cinta, terlalu suci untuk kau ikat..
Biarkan ia datang tanpa paksaan..
Hingga kau terlelap dalam bahagianya..

Amplop kelabu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s