Dawai cinta Khaylila..


Malaikat telah mengambil bintangku,

Menjadikannya redup tak bercahaya..

Alam telah memindahkan kebunku,

Menjadikannya tandus dan kering..

Dan kekasihku, telah mengambil jiwaku,

Ikut bersamanya ke titian jalan seberang sana..

Tuhanku, semua telah ku adukan kepadaMu..

dan Kau janjikan padaku, kebahagiaan taman surgaMu..

Tapi, kenapa kau biarkan mereka mengambil bahagiaku di dunia?

Aku mencintai malam, karena ia begitu tenang..

Aku mencintai hujan karena ia begitu menyejukkan..

Dan aku mencintai lelakiku yang membuatku tenang dan menyejukkan..

Tetapi..

Malamku tertutup kelambu, begitu pekat terkurung terkotak jasad..

Aku tersesat dalam ketakpastianku menunggu pagi..

Aku tenggelam dalam mimpiku..kepada cintaku..

Kekasihku, lelakiku, pangeran surgaku..

Tolong jemput aku disini..bawa aku bersamamu..

Dalam peperanganmu di kegetiran yang fana..

Jiwaku tak lagi menyatu, ia pergi mencarimu cintaku..

jiwaku pergi tinggalkan aku, jiwaku telah memilihmu..

Kekasihku, datanglah sebelum purnama berakhir..

Bawakan aku anggur dan wewangian tubuhmu yang memabukkan..

Sebelum aku melebur dalam kematianku..

nb. Jerit hati cinta yang tertinggal

Tak terungkap lisan hanya kiasan kata..

Dawai cinta Khaylila..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s