Pagi yang mendung..


Jakarta, pagi yang sunyi..

Entah kenapa pagi ini hatiku terasa sakit,

Sudah 2 tahun sejak terakhir aku merasakannya..

rasa sakit yang sama saat kau memintaku tuk pergi..

Pagi ini, rasa itu bertambah sakit..

Entah kenapa..

Dan ingatanku memaksaku kembali mengenangmu..

Apa yang terjadi di sana?

Secangkir teh yang ku hirup sedikit menenangkanku..

Pagi ini, langit begitu mendung..

Sesaat aku berpikir..alangkah indahnya bila aku masih bersamamu..

Dan tiba-tiba..kabar itu datang..

Seorang teman ceritakan kabarmu lewat angin

tentang kau yang telah memastikan dirinya menjadi pendampingmu..

dan kau memintaku datang di hari bahagiamu..

Aku terduduk..terdiam..membeku..

2 tahun yang ku lalui untuk berjuang kembali..

2 tahun yang ku abadikan untuk menjadi lelaki yang baik..

untukmu..

Kini tiba-tiba saja harus terhapus..harus terhenti..

Pagi ini, Tuhan memberiku tanda yang terkahir..

Untuk ceritaku tentangmu..

Pagi ini, aku mati dalam kenanganku..

nb. Perjuangan yang tak harus menang

Selama kita telah berjuang, itulah kemenangan..

Pagi yang mendung..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s