Bandung, 23 sept..


Hamparan teh, kesunyian..kebekuan..menyapaku dalam kekalutan..
Waktu terasa lambat..perjalanan ini menyiksaku..aku terkotak dalam resahku..
Pikiranku melayang tak seharusnya..tak semestinya..tentangmu..
Jalanan sepi ku susuri di sore ini..
Mendung menghitam tutupi kotamu..
Jantungku berdegup begitu kencang..
Sebentar lagi kan ku yakinkan diriku,
Tentang perasaanku kepadamu..
Tentang keyakinanku pada setiaku..
Siapkah aku dengan apa yang kan ku lihat?
Siapkah aku dengan apa yang kan ku rasa?
Tiga pertigaan lagi, aku tahu kau menungguku..
Sesekali ku kenang sisi jalan yang dulu kita lalui..
sesekali bayang kita berjalan di tepian itu..
Sesekali senyum dan cemberutmu ada di sisi itu..
Dan di seberang sana, di gedung tua itu..
Kita pernah berteduh dari hujan yang deras..
Di toko bunga itu, ku belikan kau mawar..
Yang kau simpan hingga mengering rantingnya..
Perjalanan ini begitu menyentuhku..
Hingga akhirnya, disinilah aku..
Di tempat yang kita janjikan bersama..
Sudut cafe di seberang..aku lihat kau duduk..
Begitu bahagia..bercanda..bersamanya..
Seperti yang aku duga..perasaanku tak menerimanya..
Tapi biarlah semua ku yakini dan ku selesaikan..
Semua berlalu..begitu hitam..
dan aku kembali dalam perjalananku..
Kembali ke tepian hidupku..
Dengan senyum dan tangisku..
Dengan perasaanku..yang sekali lagi..
tak bisa aku yakini..

nb. Tak ada yang bisa hentikan cinta sejati..
Meski kita begitu
 menginginkannya tuk mati..

Bandung, 23 sept..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s