Putus..


Sudahlah..sebaiknya kita akhiri saja..
Tak selamanya aku bisa menahan..
Tak semestinya aku berpura-pura kuat..
Cobalah kau melihatku sekarang ini..saat ini tepat di depanmu..
Kau tak menganggapku kekasihmu..bukan cintamu..
Meski seribu kali bibirmu mengucapnya..
Hatiku tak bisa kau bohongi lagi..
Sudahlah..kita memang harus mengakhirinya..
Kau tak perlu lagi menguras hatimu hanya tuk berbohong..
Matamu tak lagi bercahaya menatapku..
Mungkin, kita tak perlu mengakhirinya,,
Jika saja perasaan itu kita akui bersama..
Apa yang ada dan coba kita tutupi berdua..
Dan kita bisa merangkainya menumbuhkan cinta itu lagi..
Telah lama kita bersama..lebih dari apa yang kita kira..
sekian pertengkaran..sekian perpisahan..sekian maaf..
Kita selalu bisa melaluinya bersama..saling menjaga..
Tapi kini, aku tak melihatnya lagi ada di hatimu..
Cinta yang kita bina tertinggalkan waktu..
Mungkin bibir kita masih bercumbu..
Jasad kita masih berpeluk..
Dan Langkah kita masih beriring seirama..
Tapi kekosongan yang ada tak bisa kita ingkari..
Sudahlah..
Aku pikir ini memang yang terbaik..
Untukmu..
Untukku..

nb. Perpisahan yang harus terjadi..
Tak perlu tertunda hanya tuk sakiti raga..

Putus..

One thought on “Putus..

  1. This kind of situation was almost the same like mine. And those what you wrote was the words that I wanted to tell him so much. And I never did that.

    yes we are..
    Sometimes, love is not enough..right??
    But,keep fighting!
    Best regards,
    unekunekotak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s