Seperti kataku dulu..


Aku pernah mengatakannya kepadamu..dulu..
Saat kita masih bersama..saat kita masih bercengkerama..
Mereka telah menjadikannya lelaki untukmu..
Meski kau sangkal itu..
Dan sekarang, lihatlah aku baik-baik dalam kenanganmu..
Apa yang terjadi kini?
Apa yang kau rasa kini?
Bukankah itu nyata dan menjadikanmu mengerti?
Lelaki yang dulu kau sangkal kini memelukmu erat..
Dan menjadikanmu ratu dalam hidupnya..seperti halnya aku..
Dan kerasnya hati tak lagi bisa kau ingkari..
Terkadang aku sendiri tak begitu menyukai perasaan ini..
Bayang yang menjadi nyata..yang menyakitiku perlahan-lahan..
Aku tak kan menghakimi..tak kan pula mencaci..
Aku hanya ingin kau tahu..apa yang ku pinta dulu..
Yang membuatku harus pergi..yang memaksaku tuk pergi..
Bukankah aku hanya ingin dipahami? Di mengerti?
Andai saja dulu kau mendengarku..
Seharusnya kau mengerti kenapa aku memilih pergi..
Aku hanya ingin semua bahagia..
Setiap dari kita hanyalah mencari arti..
Untuk diri sendiri..orang lain dan mereka yang mengerti..
Kini, semuanya kembali berjalan seperti dulu..
Kita menjadi dua manusia yang berbeda..berseberangan..
Saling mendoakan..saling melapangkan rasa yang tertinggal..
Apa yang terjadi..meyakinkan kita akan satu hal..
Cinta memilih kita..yang dia puja..
Tak bisa menyangkal..tak bisa disangkal..
Mengerti dan tak dimengerti..
Terganti dan tak terganti..
Semua adalah perjalanan..jejak yang terlewati..
Yang mungkin akan terkenang..suatu saat nanti..
Dariku..bahagiaku..

nb. Kedewasaan tak selalu membahagiakan..
Kedewasaan adalah pilihan..

Seperti kataku dulu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s