Lilin terakhirku..


Malam menjelang..suara alam mulai berbisik nyaring menggangguku..

Simphoni yang menyiksaku..nyanyian yang memekakkan telingaku..

Tirai telah ku tutup..sebatang lilin menyala redup di sela gelas yang buram..

Guratkan sebuah bayang wajah dari kain yang lusuh karena terangnya..

Dan itu lilin terakhir yang ku punya..

Seperti harapan dan asaku..yang semakin buram memudar untukmu..

Jejak janji sebelum kau pergi masih terlihat jelas di peraduan..

Esok jika kau pulang..segenggam rindu dan sepeluh harap kan menyambut..

Seperti yang selalu kau bilang..setiap kita bertemu di sini..

Aku masih teringat semua yang kau katakan padaku..

Tentang janji-janji..tentang bulan dan bintang..tentang matahari..

Tentang kekasih dan tautan rindunya..

Begitu indah..setiap kata yang meluluhkan aku..dari lidahmu..

Dan kini..kenyataanya..aku sendiri..menunggumu pulang..

Doa dan caci silih berganti menemani malam-malamku yang sunyi..

Semua berlalu..begitu saja..

Burung-burung kemarau telah terganti angsa-angsa danau..

Sebuah janji adalah nisan yang suci..

Esok mungkin kau datang..seperti yang ku yakinkan pada raga dan hatiku..

Atau mungkin kelak kau kan datang di makamku..

Yang aku tahu..aku mencintaimu..kekasihku..

Seperti apapun engkau kini..

nb. Kesetiaan yang tulus..

Tak selamanya indah..

Lilin terakhirku..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s