Tepian Hatiku..


Sepi…
Hujan begitu deras..sayup angin menggelitik celah jubahku yang basah..
Terbangkan harapan ke langit malam yang kelam..
Lampu temaram kota yang mulai redup sekali-kali mati dan hidup lagi..
Aku berjalan pelan..diantara doa-doa malam para istri yang menanti suaminya..
Aku berjalan tertatih dari surga yang memenjarakanku..
Tangis ini mengalir, basahi pipiku yang memerah..
Di tepian jalan di ujung sana..masih terlihat setangkai mawar yang terangkai indah..
Yang pernah ku coba berikan hanya untukmu..
Dan kini hancur..karena langkah nafsu dan hujan yang menyapu..
Sebuah cincin yang bengkok masih ku genggam erat di saku jubahku..
Cincin yang sama yang ada di jari manisku..cincin yang dulu ada di jari manismu..
Malam ini..takdir menegurku sekali lagi..
Mengajarkan aku arti kesedihan..arti kesetiaan..
Dan sekali lagi aku mengerti..
Kesetiaan bukanlah sikap kompromi bukan pula janji..
Malam ini hatiku beku..
Malam ini semuanya menjadikanku mawar yang luka..
Dan aku tak tahu apakah mataku bercahaya esok pagi..
Biarlah malam ini aku terlelap di lorong hati yang gelap..
Menunggu pagi yang tak pasti..
Mencoba melupakan aku pernah disini..malam ini..
Mencoba membiarkannya pergi..
Seperti hujan malam ini..

nb. Kesetiaan terlalu sulit bila di maknai..
tetapi mudah bila diyakini..

Tepian Hatiku..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s