Memilih(ku) dirinya..


Kau pernah mengatakannya kepadaku..

Untuk mencoba bahagia dengan kejujuran hati..

Untuk tak menafikkan perasaan..

Dan sekarang kau menatapku manja saat kau rebahkan hatimu kepadanya..

Apa yang kan kau pilih?

Mendustakan hatimu dan membiarkan mimpi itu pergi lagi?

Bukankah kau sadari cinta sejatimu itu aku?

Bukan dia..

Aku pun tak kan memaksamu memilih..

Aku pernah bilang, aku bahagia melihatmu bahagia..

Tapi kini, kau terlihat tak bahagia dengannya..

Hatimu tertutup awan, nularimu terpasung kepatuhan perasaan..

Mata itu tak lagi bercahaya..

Dan aku tahu akulah yang bisa menerangi hatimu dengan cinta..

Akulah yang selalu kau harapkan tuk berbagi cahaya..

Dan kini, haruskah kau korbankan bahagiamu karena dogma dunia?

Haruskah ku paksakan cinta kita ini?

Ataukah kau mampu berikan jalan yang terbaik untukmu, untukku dan untuknya?

Tanpa harus terurai air mata?

Apapun itu..

Kau tak perlu membohongi hati lagi..

nb. Sebuah pesan untuk teman di seberang..

Memilih(ku) dirinya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s