Rinduku padamu, Ya Rabb.


Jika kumasih ada kesempatan:

Tuhan, aku datang kepadamu dengan tangan dan kaki terbelenggu, mata buta dan hati yang keruh. Mohon ampuni aku dan jadikan aku manusiamu yang manusia, ijinkan aku terus mencarimu hingga pertemuan itu tiba.

Kubawa serta bersamaku, bilangan dosa yang tak mampu kuhitung. Hanya kau yang mampu, Ya Ghafur, untuk mengampuniku. Malu, aku malu dan hina dihadapanmu. Masihkah kulayak tuk sekedar berdiri di depan pintu rumahmu? Tuhan, cinta yang dulu kunikmati karenamu telah kuhempaskan dalam hasrat dan nafsuku. Aku tahu itu menjadikanku manusia yang tak manusia, aku tahu itu menjadikanku jauh dari belaianmu. Tuhan, masihkah kuboleh mengetuk pintu rumahmu? Layakkah aku masuk dan tinggal disitu?

Aku mengikuti cahaya yang bukan karenamu, aku ikuti jalan yang bukan menujumu, sedangkan kau masih saja terus memberiku nafas. Sungguh aku tak berpikir, sungguh aku tak memahami. Aku tahu kau selalu saja memberiku kesempatan untuk mengetahui apa yang baik dan buruk pada hidupk, tapi aku selalu saja mencari pembenaran. Ya Raafi, angkatlah hamba dari benaman lumpur yang pekat ini. Mungkin, aku akan kembali ingkar, aku akan kembali selimuti hidup dengan dosa sebagaimana telah kulakukan. Sesungguhnya engkau maha mengetahui apa yang akan terjadi padaku, Ya Khabir.

Jikalau aku telah engkau tetapkan menjadi makhluk yang hina, maka tak ada yang harus aku pertanyakan lagi. Aku tahu itu memang layak untuk semua yang telah aku perbuat selama ini. Semua yang ada padaku, adalah milikmu. Hanyalah untukmu Ya Rabb, hidup dan matiku. Jikalau aku telah engkau tetapkan menjadi makhluk yang kau sayangi, Ya Kariim, lindungilah aku dari nikmat yang akan menyesatkanku. Aku hanya ingin engkau, cinta dan hatiku hanya untuk engkau wahai Sang Kekasih. Aku ingin pulang..

Merindumu, sebagaimana aku dulu yang ada di taman hatimu, Ya Rahiim. Telah kutepikan masa dimana kau menyayangiku dengan perhatian dan belaian nyata, Tuhan, ijinkan aku kembali lantunkan rinduku untukmu.

Sungguh, aku merindukanmu. Teduhkan aku, ijinkan aku bernaung di rumahmu, Ya Malik.

Tiada selain engkau, Ya Rahman. Aku rindu..

-Pengemis yang hina, di kerajaanMu.

Rinduku padamu, Ya Rabb.

One thought on “Rinduku padamu, Ya Rabb.

  1. bunda manizz bede says:

    rindu ini pun milikku..betapa waktu tlah banyak terbuang yang buatku jauh dari Nya..nafsu..kenaifan yg bawaku semakin menjauh..dan kini aku seolah terkapar tak berdaya..hukuman atas dosa2q..perlahan ditunjukkan dan aq sadari itu..tulisan ini buatq sangat tersentuh.. makasih…dan teruslah berkarya..sahabat hatiku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s