Untuk perempuanku: Maaf..


Perempuanku,

Sudah lama aku tak menyapamu, mungkin lebih dari sebulan ini. Maaf, aku terlalu sibuk dengan duniaku, dengan ambisiku, dan lalu kusadari aku kehilangan hal yang begitu besar artinya dalam hidupku.

Perempuanku, sungguh meski kau tersenyum, aku rasakan ada lara di kedalaman hatimu. Maaf, sungguh aku telah lalai tuk menepikanmu sendiri. Dan kini, itu menyakitkanku juga.

Lihatlah senyum yang selalu kau semaikan di sejuknya pagi, senyum yang tak pernah surut menemaniku selama ini. Senyum yang selalu kau berikan di kebaikan doamu untukku.

Perempuanku, bolehkah kudekap erat semua lara itu? Sandarkan semua letihmu, rebahkan semua penatmu. Ijinkan aku melabuhkan bahagia ini, sekali lagi di hatimu.

Mungkin terlalu lambat bagiku menyadari itu, tapi sungguh, ini menyadarkanku tentang sebenar artimu bagiku. Tak ada siapapun yang mampu menjadikanku sebahagia saat bersamamu.

Sekali lagi, maaf untuk waktu yang telah kulewatkan hanya tuk membiarkanmu merasa sendiri di sini.

Aku, yang mencintaimu..
Lelakimu.

Untuk perempuanku: Maaf..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s