Jika aku mampu berhenti mencintaimu?


Apa jadinya jika aku mampu berhenti mencintaimu?

Sebuah pertanyaan yang sedikit menghentak perasaan, tapi, pernahkah terbersit bahwa itulah pernyataan yang mungkin atau bahkan malah pernah dikatakan oleh pasangan kita? Aku pernah yakin bahwa aku tak mampu berhenti mencintai pasangan, masa-masa yang begitu indah untuk kulupakan begitu saja, nyatanya? Dia dan aku sudah tak saling bersama lagi, dan mungkin aku atau dia benar-benar sudah mampu berhenti mencintai satu-sama lain. Dia dan lelakinya, aku dan perempuanku. Ini bukan masalah kehidupan pribadiku, tapi, hampir semua orang yang sedang sama-sama jatuh cinta akan begitu mudah untuk berkata “Aku tak akan mampu hidup tanpamu.”, “Aku tak akan berhenti mencintaimu” atau kata-kata lainnya.

Memang, ada beberapa hal atau contoh yang bisa kita ambil bahwa mencintai itu abadi, tapi, apakah dicintai juga abadi? Sangat sulit untuk menerima secara tulus bahwa orang yang dulu kita cintai kini benar-benar sudah tak mampu lagi kita miliki, atau bahkan kita yang benar-benar tak mampu lagi untuk mencintai seseorang secara tulus. Terlalu berputar? Sederhananya, aku hanya bilang bahwa sehebat apapun kita saling mencintai pasangan, cobalah bertanya pada diri sendiri, apa kita pernah berpikir bahwa orang yang kita cintai akan bekata demikian? lalu, apa kita pernah terpikir untuk siap menerimanya?

Mungkin tulisan ini terkesan iseng, memang, tapi aku sungguh sangat ingin menekankan, cintailah pasanganmu semampu kau mencintainya. Kelak, kita pasti akan kehilangan orang yang sangat kita cintai dan tentu saja kehilangan yang tak pernah kita inginkan adalah saat pasangan kita berkata bahwa ia tak lagi mencintai kita. Jadi, apa yang akan kau katakan bila orang yang sangat kau cintai berkata “Jika aku mampu berhenti mencintaimu?”.

Seorang sahabat kemudian menjawab pertanyaanku, ia berkata “Maka aku tak akan berhenti mencintaimu.”. Ah, sebuah jawaban yang sangat membuatku tertunduk penuh takjub. Jawaban yang membuatku kembali bertanya pada diriku sendiri, apa aku pernah mencintai orang sebegitu hebatnya hingga aku tak pernah mampu berhenti mencintainya? Mungkin banyak orang bilang pacar pertama adalah cinta yang tak pernah berakhir, nyatanya ada pacar kedua atau pacar setelahnya, lalu, cinta yang manakah yang sesungguhnya tak berakhir?

Sekali lagi, cintailah pasanganmu penuh ketulusan, karena cinta mungkin akan berakhir tapi ketulusan akan selalu membuat cinta itu abadi.

Salam hangat,

N.R

Jika aku mampu berhenti mencintaimu?

5 thoughts on “Jika aku mampu berhenti mencintaimu?

  1. bunda manizz bede says:

    tulisan ini sadarkanku akan kesetiaan yang harusnya terpelihara..bahwa sekuat apapun gelombang yg hantam karang..tidak akan goyah..aq pun ingin begitu..untuk kini dan nanti..jika pernah setiaq tergoyahkan…itu tinggal kenangan yg akan jadi pelajaran..untuk buatku makin yakin dengan cinta yang ada kini..bahwa “indah itu” ada di sini..hmmm..(karyanya makin bagus nanda..GBU)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s