Bolehkah aku memilih jodohku, Tuhan?


Provokatif? Pesimis? Sombong?

Apapun itu, aku tak bermaksud untuk sedikit pun mengingkari atau menolak jodoh yang Tuhan berikan untukku. Sebenarnya, masalah jodoh sudah aku bahas, tapi beberapa sahabatku bertanya kepadaku tentang masalah ini jadi mungkin tidak ada salahnya bila aku mengurai sedikit tulisan lagi tentang jodoh.

Tulisan ini berawal dari perbincangan ringan tentang seorang sahabat yang selalu merasa dirinya ‘salah’ mencintai seseorang. Salah yang dimaksud di sini adalah, setiap kali mencintai, orang yang kita cintai itu selalu saja sudah memiliki kekasih atau pasangan. Pertanyaanya, kenapa selalu saja seperti itu? Atau bahkan kita sebenarnya dicintai seseorang di sisi yang lain yang sebetulnya akan sangat mudah bagi kita untuk bisa bersamanya, tetapi kenapa justru kita memilih mencintai orang yang sesungguhnya sudah memiliki pasangan dan akan sulit bagi kita untuk bersamanya?

“Aku tak pernah mengerti kenapa aku harus terus mencintainya sedangkan aku tahu ia milik orang lain. Sedangkan orang yang mencintaiku tak sedikit pun aku cintai.”

Itulah penggalan kalimat yang sahabatku katakan senja itu. Tak ada keraguan bahwa ini pun dirasakan oleh sebagian kita. Sahabatku, sudah berulangkali kukatakan kepadamu. Kita akan menemukan orang yang mengajari kita arti cinta dalam berbagai ragam bentuknya. Bukan berarti kita salah mencintai, karena setiap cinta tak akan salah. Lalu, kenapa kita harus memilih cinta yang sulit dibanding cinta yang mudah? Sekali lagi, karena memang Tuhan ingin menunjukkan kepada kita beragam rasa cinta yang ada. Jangan memaksa Tuhan memberikan apa yang kau inginkan karena sesungguhnya Dia justru memberikan hal lebih dari yang kau butuhkan.

Baiklah, mungkin memang mencintai itu hak. Tapi, kadang kita juga akan merasa ‘aneh’ dengan diri kita atau orang lain yang memilih jalan seperti itu. Jalan dimana kita lebih memilih untuk bertahan mencintai orang yang sebenarnya sudah sangat sulit untuk bisa bersama dibandingkan dengan memilih orang yang mencintai kita dan lebih mudah tuk bersama. Karena kita tak mencintai? Ah, apa kau pun masih tak mampu bersikap kompromi dan yakin bahwa cinta tak bisa tumbuh setelahnya? Ataukah kau termasuk mereka yang sangat yakin bahwa perasaan cinta tak ada kompromi? Sahabatku, mungkin saat ini kita bisa bicara seperti itu, tapi, lihatlah mereka yang seolah-olah sangat sibuk mencari pasangan hidupnya. Sedangkan kita? Bahkan mampu menolak cinta yang datang meski cinta yang kita inginkan itu hampir mustahil diraih.

Aku tak menyalahkan mereka yang bertahan dengan cinta yang ‘sulit’ itu. Aku sangat menghargai mereka yang mau berjuang untuk cinta. Dalam cinta selalu ada pemahaman, akan arti diri sendiri dan juga arti orang lain. Apa pun pilihan yang telah kita ambil, tetaplah berjuang karena cinta akan selalu meminta buktinya.

Salam hangat,

N.R

Bolehkah aku memilih jodohku, Tuhan?

7 thoughts on “Bolehkah aku memilih jodohku, Tuhan?

  1. jie says:

    aku pernah melalui saat seperti ini..hingga sampai satu ketika aku harus melepaskan rasa yang ada..

    tapi ada satu pengajaran yang aku dapat dari situ…

    cinta tak semestinya bersatu dan cinta tiada syarat…
    kita jatuh cinta bukan dengan syarat orang itu akan jatuh cinta kepada kita juga..

    bagiku, cukuplah aku tau yang dia bahagia dengan cintanya

    dan aku yakin Allah akan berikan semula apa yang kita hilang..

    walaupun bukan dengan cara yang kita jangka atau sepenuhnya apa yang kita inginkan…

  2. Van,, ini tak jauh berbeda dengan yang aku alami bukan? kau pun tahu itu.
    bagaimana pun aku sudah terlanjur masuk kedalam ruang hidupnya, meskipun kecil harapanku tuk selalu bersamanya, karena dia hanya bagaikan persinggahan hidupku, sedang aku bagai benalu bagi diriku sendiri.
    Namun bagaimanapun keadaannya, aku selalu berangan dengan cinta dan kehidupan yang normal, bukan seperti yang kualami kini. Sejatinya cinta, kadang harus diterima dalam kenyataan yang pahit dan tak selalu dihadirkan dalam rupa kemanisan semata. Dan aku ingin menjadikan semuanya pengalaman, bukan suatu penyesalan. Hidup penuh pilihan juga ragam warna, itulah yang kurasa.
    terimaksih sobatku..
    menyimak catatan kecilmu ini aku jadikan masukan yang bermanfaat tentunya.

    salam eratku selalu

    VZR

  3. jiemoonchild says:

    love is a very subjective thing to discuss as it varies from one person to the next. we all have bitter sweet relationship with love, don’t we?
    to feel the love is one of the most valuable gift that has been bestowed upon us. it don’t matter if you get to choose or not who to love as long as you being true to your feeling. we don’t always get what we want, isn’t it?
    to love is good, to be loved is even better..
    whatever it is that we choose, in the end, it will always had it’s consequences, be it sweet or bitter.

  4. Menurutku,
    Bila cinta masih berpamrih, itu namanya sayang.
    Bila cinta hanya ingin memiliki, itu namanya suka.

    Pilihlah jodoh bersama kasih Tuhan.

    Cinta sejati itu adalah kasih,
    Seperti “Kasih Ibu kepada beta”,
    Bagai sang Surya menerangi dunia.
    Tul tak tuh euy!

    Salam Damai!

  5. futi says:

    Aku salah satunya….

    Kadang aku bingung dengan perasaan-ku sendiri…

    Seorang laki2 yang aku cintai telah pergi meninggalkanku tanpa sebab,,satu tahun kemudian aku tau dia telah menjalin hubungan dgn wanita lain…

    Dan disaat bersamaan ada seorang laki2 yang dgn tulus mencintaiku…Tapi aku tidak mencintainya….

    Tp hal yang aku bingungkan kenapa bayangan wajah, detak jantung mantan pacarku masih terasa,,,,suatu hari aku bertemu dgn dia…..aku dapat merasakan kehadirannya,,tp dia berusaha menghindar dariku…

    Aku bingung apakah dia jodohku atau bukan?…

    Aku masih ingat dulu dia yang mengejar cinta-ku..dan akhirnya hatiku terbuka untuk menerimanya tp ketika ku mulai sayang dia pergi meninggalkanku…

    Hanya satu pertanyaan,,,,kenapa aku merasa dia adalah jodohku..??……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s