Benarkah pernikahan kita karena jodoh?


Beberapa hari ini temanku sangat bersemangat untuk mengingatkanku akan pernikahan, mungkin ini sebuah anjuran atau malah sebuah tamparan keras. Aku belum menikah karena memang aku belum bertemu dengan seorang perempuan yang mampu menautkan hatinya untuk sebuah tujuan yang sama, tentang arti bahagia yang sejati. Mungkin juga sebenarnya aku pernah dan sudah menemukan seorang perempuan itu, namun sekali lagi Tuhan menunda waktu pernikahanku.

 

Bicara pernikahan tentu sebagian akan bilang ini tentang jodoh meski aku sendiri belum memahami makna jodoh sesungguhnya. Apakah orang yang menikah lalu dikatakan telah menemukan jodohnya? lalu bagaimana dengan mereka yang bercerai? Atau mungkin dua orang yang saling mencintai namun tak mampu mewujudkannya dalam pernikahan meski dalam hati tak ada lagi keraguan, lebih dikarenakan ada hal lain diluar pasangan.

 

Pernikahan bukan hal mudah, meski sangat mudah untuk menikah. Impian yang dirajut sekian lama dalam sebuah hubungan tentu akan menuju sebuah ujung dari hubungan, yakni pernikahan. Tapi, jalan itu tidaklah mudah. Bahkan seringkali sebuah rencana yang disusun matang ternyata harus usai dalam waktu sekejap. Ada sebuah cerita dimana godaan menjelang pernikahan sudah menjadi seperti hal rutin -kalau tidak dikatakan wajib- yang harus dilalui setiap pasangan. Mungkin Tuhan memberi kita sebuah pertanyaan sebelum pintu pernikahan itu terbuka, sebagian gagal menjawab namun sebagian lagi teguh dengan cintanya hingga pintu itu terbuka juga.

 

Kembali ke tema tulisan ini, apakah benar seseorang yang menikah dengan kita adalah jodoh? Tentu saja jawabannya bervariasi. Akan sulit menentukan jodoh karena itu adalah rahasia yang Ia jamin dalam kitabNya. Mungkin ada beberapa hal yang bisa membuat kita sedikit lebih mampu memahami apakah ia pasangan yang baik untuk kita, seorang teman untuk menempuh perjalanan di dunia ini. Ketika kita mencintai seseorang dan dicintai seseorang, maka tidak ada kebahagiaan yang lebih selain itu. Rasa inilah yang sesungguhnya menjadi dasar sebuah pernikahan meski kadang hal ini dikesampingkan dengan alasan keterbiasaan pada pasangan -pada kasus perjod0han- yang akan hidup dengan kita.

 

Sejatinya, pernikahan adalah tujuan mulia. Maka bukan mempermasalahkan pada jodoh atau bukan jodoh, tapi pada tujuan yang ingin kita raih. Karena jodoh adalah rahasia, maka niat dan kesungguhan kita yang menentukan apakah kita bertemu dengan jodoh, menyadarinya atau pun tidak. Mungkin jodoh itu telah Dia temukan dengan kita meski kadang kita tak menyadarinya dan melewatkannya begitu saja.

 

Menikahlah ketika kita sudah siap dengan segala konsekuensi sebuah pernikahan, bukan karena rasa ingin dan sekedar mengikuti waktu dan lingkungan. Kita yang akan hidup dan menghabiskan masa hidup kita dengan pasangan, dan kitalah yang memahami siapa pasangan kita sesungguhnya. Pernikahan bukan sebuah penjara, bukan pula sebuah sandiwara. Pernikahan adalah bahtera menuju makna hidup sesungguhnya.

 

Salam hangat,

N.R

Benarkah pernikahan kita karena jodoh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s