Surau Yang Lalu


Surau yang lalu
:untuk perempuanku

Pada surau yang lalu
Tepat setelah gerimis rubuh di pelataran

Laju kaki sunyi memeta ruang
Pada tanahtanah basah yang ditaburi doa
Detak jam menggantung pilu seakan tak sabar untuk mulai bersujud

Sementara suarasurau itu terus memanggilmu
Memanggili namamu
Yang hilang

Pada surau yang lalu
Tepat setelah gerimis rubuh di pelataran

Seorang anak kecil lantunkan salam
Wajahnya bersih tanpa kemuraman
Tak peduli dosadosa yang kelak datang
Menghantam keningnya atau merobek hatinya

Anak kecil itu terus melangkah
Seakan tak sabar untuk mulai mengucap doa
Hingga waktu terus menghunus harap
Di ruang yang lapang
Tanpa bayang siapa yang datang

Pada surau yang lalu
Tepat setelah gerimis rubuh di pelataran.

Kalibata, 6 juli 2011.

Surau Yang Lalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s