Mencintaimu Dalam Kehidupan yang Lain


Mampukah kita hidup dengan orang yang tak kita cintai? Lalu bagaimana dengan mereka yang harus rela melepaskan impian untuk hidup dengan orang yang dicintainya?

Sebagian akan menjaga impian itu. Sebagian lainnya berusaha untuk menyesuaikan diri dan menerima keadaan. Namun, sebagian lagi akan berusaha keras untuk menentang dan mencoba untuk mengakhiri sesuatu dengan cara yang pintas, menyandarkan sesuatu sebagai alasan dimana kebahagiaan bukanlah suatu hal yang harus dipaksakan. Lalu bagaimana dengan kau dan aku? Saat cinta kita harus diakhiri dengan cara yang seperti ini?

Awalnya aku yakin bahwa semua akan tidak baik-baik saja. Namun kenyataannya sekarang berkata lain, kau mampu hidup dengan orang yang tak kau cintai dan semua baik-baik saja. Aku pun demikian. Toh kita bisa belajar untuk menerima seseorang yang tidak kita cintai dalam hidup kita, belajar untuk memahami lalu mencoba mencintai. Boleh saja mereka dengan keras menentang, “Cinta tak bisa dipaksakan!”. Meski memang dalam hatiku masih saja ada namamu, atau namaku dalam hatimu. Mungkin memang harus begini keadaannya.

Dulu kita selalu berjanji untuk terus bertahan dan bersama. Sampai pada satu titik dimana kita memang harus melepaskan impian itu. Semata karena itulah jalan terbaik untuk kita dan orang lain yang juga kita sayangi. Sepintas terlihat sebuah pengorbanan yang luar biasa besar, namun dari sudut lain ini pun hal yang biasa saja. Seperti saat kita harus kehilangan cinta pertama kalinya.

Tahukah kau satu hal hebat yang sebenarnya telah terjadi? Satu hal yang membuat kita bisa tersenyum bila menyadarinya? Ya, kitalah yang telah Tuhan pilih untuk menjalani hal seperti ini karena kitalah makhluk yang paling kuat. Seandainya saja kisah ini terjadi pada orang lain, mungkin saja penderitaan akan selalu hadir. Namun kita bisa membuktikan bahwa hidup ya harus begini. Kehilangan sesuatu hal adalah kewajaran. Mungkin kita akan menemukan sebuah hal baru yang lebih berarti.

Kini telah hadir seseorang dalam hidup kita yang memberi makna bahwa cinta bisa hadir dari sisi manapun. Mencintai bukanlah hal yang harus dipaksakan namun bisa kita pelajari bagaimana kita harus mencintai. Pengorbanan tak harus selalu berakhir dengan airmata. Yakin bahwa suatu saat nanti akan ada senyuman dan kesadaran bahwa kita memang manusia yang terpilih adalah hal besar yang tak boleh kita lupakan. Mungkin dengan kehadiran orang yang awalnya tak kita cintai akan menambah pemahaman kita akan arti hidup, mengisi ruang kosong yang sebelumnya tak pernah kita bayangkan ada dalam hati kita. Sekali lagi, nyatanya kau dan aku sama-sama bisa menjalani hidup ini dengan baik bukan?

Kenangan adalah hak setiap orang. Aku masih mengenangmu dan kau pun begitu. Tapi tanggungjawab akan selalu menemani hak itu. Maka mulai kini, cintai aku semampumu seperti kumencintaimu semampuku. Ada hal lain yang tak sekedar kau dan aku, cinta sejati yang tak boleh kita lupakan, Tuhan. Syukuri dan jalani bahwa masih ada kebaikan dari tiap ketentuan yang Ia tetapkan. Hidup tak sekedar airmata, hidup pun berisi senyuman. Sekali lagi, jalani hidupmu dengan kebaikan. Mungkin kelak di kehidupan lain kita akan bersama, mungkin saja.

nb. Kisah ini akan ada di Ego.Centris: d.e.s.t.i.n.y (Sekuel dari Ego.Centris: e.m.b.r.i.o)

Mencintaimu Dalam Kehidupan yang Lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s