Tentang Kebohongan Yang Tak Semestinya Terjadi


Sahabatku,

Sangat lama aku tak menulis di blog ini meski memang selalu kusinggahi sekadar membalas pesan atau juga komentar yang masuk. Namun, malam ini seakan ada kerinduan begitu besar bagiku untuk menulis sesuatu hal di dinding blog ini.
Ada sebuah catatan lama di notes facebook yang entah kenapa malam ini seakan meminta untuk dipindahkan ke ruang ini. Mungkin, aku akan tahu jawabannya, esok atau lusa nanti. Tapi yang pasti, aku tahu, dalam hidup, kadang kita tak memiliki alasan yang cukup untuk melakukan sebuah hal.

Sebuah catatan sederhana, untukmu, sahabatku:

Dengan menyebut namaMu, Maha pengampun lagi maha menyayangi;
Sahabatku, anak-anak kehidupan.

Ketika tabir kehidupan tersingkap di sepanjang Timur dan Barat, ada harapan meski dalam kemuraman: Adakah kebohongan itu baik demi tanggung jawab? Tuhan tak menyuruhmu berbohong, bacalah dan katakan.

Sesungguhnya aku pun penuh dengan kebohongan, lidah dan tuturku menjadi api dan kayu bakar yang kering. Tidak, ia tak membakar jiwamu dengan lisanku tapi jiwaku yang hangus karenaku. Tiap kebohongan adalah pohon, setelahnya ranting-ranting akan menumbuhkan dedaunan, anak kebohongan.

Apa dengan perisai khilaf kemudian kau menghalalkan bohong? Sedangkan kau sadar menanam pohon kebohongan itu di ladang hatimu, di sudut, satu petak kemudian kau dapati hatimu penuh dengan pohon kebohongan. Masa panen pasti tiba, dan ladang-ladang itu penuh dengan bau anyir dari buah kebohongan yang membusuk dan berserakan di hatimu.

Lalu apa yang akan kau banggakan ketika kebohongan itu untuk kebaikan? Seberapa kuat kau mampu menahannya saat ia telah menjadi gunung dari batu-batu kebohongan yang kau cipta demi kebaikan? Ketika kau merasa hanya engkaulah yang menanggung dosanya, bukankah jiwa dan jasad saling berkebalikan? Adakah kebaikan dari kebohongan: Katakan padaku, Dia Maha Mengetahui.

Pembohong adalah ia yang punya cukup bekal alasan dan ingatan untuk berkelana sepanjang hidupnya. Satu kebohongan akan berlanjut ke tumpukan kebohongan lainnya, tentu tidak jika kemudian engkau mengungkapnya dan kemudian engkau cukupi bekalmu sampai di mata air kejujuran. Teguklah airnya: satu tegukan akan tumbuhkan pohon kebaikan untukmu. Selebihnya Dia Maha Mengetahui apa-apa yang tersembunyi.

Sahabatku, Ya Rabb semoga Engkau mengasihinya, bukankah telah jelas bagimu apa-apa yang menjadikan hatimu bercahaya? Katakan meski pedang memisahkan kepala dari jasadmu. Katakan meski ia tak menyelamatkanmu dari tajamnya pisau Guillotine.

Kekasihku, Ya Allah semoga kau menyayanginya, tidak ada yang melapangkan dari hatimu selain kejujuran. Bukankah Dia telah melapangkan jalan bagi mereka yang lidahnya bercahaya? Tuhan menyayangi mereka yang berkata jujur: Bacalah! Kemudian katakanlah.

Hujan iman tak datang sepanjang tahun, pergantian musim atau hembusan nafas. Basahi hatimu dengan cahayaNya hingga ia terang dan lapang.

Ya Rabb, penguasa jasad dan jiwaku. Kau maha mengetahui apa yang tersembunyi dari makhlukMu, dan aku adalah penanggung dosa, ampuni aku dan jadikan hati dan lidahku dalam lindungan cintaMu.

Amin.

Salam,
Sahabatmu.

Tentang Kebohongan Yang Tak Semestinya Terjadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s