Rumah Kesunyian


image

Saat hidup terasa penuh kemuraman, adakah hal baik yang tersisa? Aku sering berbincang, tentang mereka yang terpuruk atau merasa begitu sunyi hidup mereka. Bahkan tak jarang orang yang kita anggap begitu bahagia ternyata juga menyimpan kemuraman dalam hidup mereka.

Apakah salah jika kita memilih menikmati kesunyian dalam hidup? Tentu saja tidak. Meski, memilih kehangatan dan ramainya hidup tentu jauh lebih baik. Sebagian kita terlalu memaksakan diri untuk terlihat bahagia. Kita lupa pada jiwa-jiwa yang menangis, hati yang luka, dan rasa yang hambar tertutup kemunafikan.

Masalah dalam hidup adalah teman sejati. Selama kita masih hidup, selama itu pula kita merasakan hadirnya masalah, dan tentu saja ini berlaku untuk semua orang. Jadi, bukan kau saja yang kini sedang menghadapi masalah.

Banyak orang meminta kita tersenyum, namun tak mengajarkan kita cara menyeka air mata. Kesunyian adalah rumah paling nyaman. Tak ada hal selain sunyi itu sendiri. Sejenak tinggal di sana, menikmati alam sunyimu, mengenal Tuhanmu, jauh lebih baik dibanding seribu tawa palsu di ramainya kehidupan ini.

Kau yang sedang bersedih, masuklah ke rumahku, tempat paling sunyi agar kau tahu masih ada Tuhan bersamamu. Masuklah ke hatimu, diam sejenak lupakan segala gelisah. Kau tak harus tertawa, cukup nikmati semua air mata yang membanjiri palung hati. Setelahnya, sambut matahari, jadilah pribadi yang hangat penuh semangat.

Apapun, kau layak bahagia, bahkan jika kau memilih tinggal di hatimu, berteman sunyi abadi.

Ada aku, juga mereka yang juga sepertimu, bahagialah.

Rumah Kesunyian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s