Sebatang Rokok Tanpa Abu


image

Sebatang Rokok Tanpa Abu

Kita duduk berhadapan, aku yang merajam pilu dan kau yang mengoyak sepi. Tanpa bicara atau kata-kata penuh kemunafikan. Kita sibuk menari tanpa musik, berjingkat menyerupa belalang sembah yang pikun.

Sebatang rokok singgah di bibirku saat kau sibuk merutuki nasib. Asap tebalnya menutupi wajahku wajahmu yang penuh gurat air mata. Sebatang rokok tanpa abu. Seperti kisahmu yang sempat kubaca dari dada yang remuk.

Kita berdua terlalu sibuk. Aku lelaki, kau perempuan. Kenapa tidak menikah lalu jalani hidup seperti manusia lainnya. Kita berhadapan tanpa sempat berbincang. Sebatang rokok tandas dari bibirku tanpa abu.

Biar Tuhan yang bicara

Aku tak yakin kau benar-benar bicara tentang Tuhan setelah begitu pedih hidup tanpa bahagia. Biar kugenggam jemarimu atau kutampar pipimu hingga kau terjaga. Kita berdua seperti sebatang rokok tanpa abu.

Sudah kurajam pilu seperti kau koyak sepi dalam dadamu yang remuk. Kita anak-anak langit yang dibuang. Seperti sebatang rokok tanpa abu. Mari genggam jemari lalu menari hingga lupa diri.

Biar Tuhan yang bicara.

======================
Novanja Raja, 15 Aug 2015.

Sebatang Rokok Tanpa Abu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s