Yang Sempat Melukaimu


image

Ada masa dimana air mata tak akan lagi mampu menenggelamkan duka. Masa dimana kita begitu pedih dan perih melukai orang yang kita cintai. Sekiranya hidup mampu mengulang, demi apapun yang kita miliki pasti kita rela menukarnya untuk memperbaiki kesalahan.

Aku, atau mungkin kau pun begitu, tentu saja tak selalu mampu hadirkan senyuman untuk orang yang kita cintai. Kita pernah membuatnya begitu terpuruk, begitu perih meresapi sayatan yang kita perbuat. Ia yang semestinya bahagia, ia yang mengorbankan segalanya asal kau bahagia, dan ia yang justru kau beri derita begitu hebat, adalah alasan kenapa kini kau harus bekerja keras mengembalikan rasa percaya dan layak dicintai.

Mungkin, dulu kita terlalu percaya diri, terlalu berani mengambil resiko, mempertaruhkan setia pada sebuah dadu kehidupan. Kita yang merasa aman dan benar dengan segala alasan, sesungguhnya sedang perlahan menyiksa orang yang sangat mencintai kita melebihi cinta pada dirinya sendiri.

Engkau yang pernah membakar setia, engkau yang merasa semua baik-baik saja, tak semestinya hidupmu bahagia. Satu-satunya jalan menebus kesalahanmu hanyalah menyerahkan segala hidupmu untuk membahagiakan dia yang pernah tenggelam dalam kubang derita karenamu. Belum terlambat selama napas masih ada, selama mata masih bercahaya.

Bahagiakanlah dia yang pernah terluka karenamu, bahagiakanlah dia yang begitu tulus mencintaimu, meski tubuh dan jiwamu remuk dihantam waktu.

———————————
Jakarta, 26 Aug 2015.
Untuk perempuan yang darinya aku bermula.

Yang Sempat Melukaimu

One thought on “Yang Sempat Melukaimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s