Jangan Menutup Pintu Hatimu


image

Kita hanya manusia biasa, tak mampu menerka datangnya duka pun bahagia. Kita, selalu mencoba mengerti, mencoba memahami, hingga akhirnya terkapar ditimpa pahitnya kenyataan. Namun, begitulah hakikat diri yang sungguh rapuh. Kita hanya bisa mempersiapkan diri, pada bahagia pun derita yang datang.

Jika ada derita paling pedih, itu pastilah hati yang sunyi. Hati yang setiap sudut dindingnya penuh lumut kesuraman, keheningan, dan coretan doa dosa yang menghitam. Satu hal paling sering menjadi sebab sunyinya hati adalah hilangnya cinta yang menjadi penerang, warna, juga angin gemuruh di hatimu.

Kita, mungkin pernah merasakan duka. Menangis tanpa henti karena patah hati. Kita mengutuk dan meratapi diri, bersumpah menutup pintu hati untuk siapa pun. Benarkah bahagia hadir saat kita melakukan itu??

Cinta akan selalu datang tanpa kita tahu kapan dan siapa. Meski kau menutup hatimu, menguncinya begitu rapat, ia akan mengetuk dan menghancur leburkan dadamu hingga berserak. Cinta akan terus memanggilmu dengan teriakan yang memekakkan telinga, juga desir yang dinginnya bekukan urat nadimu.

Jangan tutup hatimu, bahagialah. Cinta yang pernah meruntuhkan hidupmu, adalah cinta yang sama yang akan membuatkanmu istana di langit juga bumi. Cinta bukanlah manusia, bukan dia atau mereka, cinta itu, adalah cahaya dalam dirimu. Terangi hidupmu, warnai harimu, lalu bahagialah karena kau sungguh layak bahagia.

Salam,
Novanka Raja.

Jangan Menutup Pintu Hatimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s