Ketakutan yang Memburumu


image

Ada banyak hal yang mungkin membuat kita merasa takut. Ada yang takut esok tak bisa menikmati makanan, ada yang takut esok tak lagi bekerja, ada pula yang takut menghadapi sebuah masalah atau ujian. Namun, ketakutan terbesar manusia sesungguhnya adalah rasa takut ditinggalkan atau meninggalkan.

Kita, mungkin masih mampu menghirup napas, mampu berbincang, mampu berkumpul dengan orang yang kita sayangi. Siapa yang tahu jika esok kita ditinggalkan atau meninggalkan orang yang kita sayangi?

Meninggalkan atau ditinggalkan adalah hal yang sungguh teramat pedih. Kita tak tahu kapan waktunya itu terjadi. Sedikit dari kita yang memikirkan hal ini, bahkan mungkin banyak yang berharap kita akan selamanya bersama orang yang kita sayangi. Namun, kita tetaplah manusia. Kita, selalu memiliki batas waktu di dunia.

Kepedihan paling duka hadir saat membayangkan apakah kita sudah membahagiakan orang yang kita sayangi sebelum waktu kita habis di dunia. Ataukah kita selalu memberi derita? Membuat orang yang kita sayangi terus menangis. Kita pergi dengan duka, kita pergi mewariskan derita. Selama hidup kita hanya membawa masalah, kita tak sadar betapa sabar dan penuh pengorbanan orang yang hidup bersama kita selama mendampingi hidup kita di dunia.

Saat ini, engkau masih bisa membaca tulisan ini, entah esok atau lusa, atau kapan pun tak akan ada lagi coretan sederhana yang mampu kau baca lagi. Engkau hidup di alam berbeda. Alangkah pedih sekiranya dari alam berbeda kita melihat orang yang kita sayangi menderita setelah kepergian kita, semua oleh sikap kita semasa hidup.

Tulisan ini bukan untuk menghadirkan ketakutan dalam dirimu, namun menampar diri kita agar sadar pada satu kenyataan. Sudahkah kita membahagiakan mereka? Sudahkah kita menyiapkan bekal untuk mereka? Sudahkah kita menjadi pribadi yang baik untuk mereka? Dan jauh lebih dari itu semua, sudahkah kita menyiapkan bekal kita sendiri sebelum waktu benar-benar habis di dunia ini.

Saudaraku, sahabatku, aku mengajakmu untuk kembali merenung, kembali menapaki jalan yang sudah kita lalui. Semoga, kita akan bahagia saat meninggalkan orang yang kita sayangi, dan terus memberi bahagia saat kita ditinggalkan orang yang kita sayangi.

Salam,
Novanka Raja.

Ketakutan yang Memburumu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s